Iklan

Dilarang Menawarkan Asuransi dan Pinjaman Lewat Telepon dan SMS!

asuransi-investasi-telemarketingShinta, 27, karyawati sebuah perusahaan swasta asing di Jakarta, sebal karena munculnya pos “asuransi”dalam tagihan kartu kreditnya. Meski hanya Rp82.000, tetap saja Shinta merasa keberatan karena ia tidak merasa memerlukan asuransi tersebut. Hal yang sama dialami Hendrik, 35, seorang pengusaha muda asal Palembang. Tiba-tiba saja sebuah

polis asuransi tiba di alamatnya. Dalam polis tersebut ia dinyatakan terdaftar dalam suatu program asuransi dan diwajibkan membayar Rp3,5 juta perbulan untuk asuransi Hendrik beserta anak istrinya.

Ketika mereka mengkonsultasikan hal ini, kami mencoba menelusuri kira-kira apa yang menjadi penyebabnya. Ternyata beberapa waktu sebelumnya, keduanya menerima telepon penawaran asuransi. Shinta ditelepon oleh bank penerbit kartu kreditnya. Sementara Hendrik ditelepon oleh sebuah perusahaan asuransi asing yang menawarkan produk asuransi. Selama menerima telepon, keduanya kemungkinan terlalu menyimak penawaran manis sang tele-marketer. Percakapan tersebut direkam dan -kemungkinan pula, dalam percakapan keduanya sering mengucapkan “iya, ya, oke” dan kata-kata sejenis karena terpancing penjelasan si agen, yang kemudian diartikan sebagai persetujuan. Jadilah tagihan kartu kredit Shinta membengkak, sementara Hendrik tiba-tiba saja sudah terdaftar untuk mengikuti sebuah program asuransi.

Baca juga: Perlukah Kita Ber-Asuransi?

Yang jelas keduanya merasa terjebak. Kisah ini bukanlah baru kali ini. Hal yang sama bisa menimpah siapa saja. Apalagi tidak banyak pihak yang bertanggung-jawab mensosialisasikan dengan baik hal-hal baru yang sedang berkembang di masyarakat seperti investasi, asuransi, ataupun kartu kredit. Akibatnya, masyarakat sering menjadi korban.

Selain melalui telepon langsung, sms juga sering menjadi ajang penawaran kredit pemilikan rumah (KPR) atau aneka pinjaman kredit. Rinto, 34, dosen asal Makassar mengeluhkan banyaknya penawaran pinjaman yang masuk di handphone-nya setiap hari. “Ini sangat mengganggu. Setiap kali sms berbunyi, saya pikir dari keluarga atau teman kerja. Ternyata dari sales kartu kredit atau pemasar pinjaman,” kata Rinto kesal. Ia memperlihatkan sederet sms penawaran pinjaman dari berbagai nomor hp di ponselnya.

Lama-kelamaan praktek pemasaran ini memang menjadi sangat mengganggu. Apalagi bila dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Sejumlah pihak juga mempertanyakan bagaimana nomor telepon mereka bisa bocor ke pihak lain, dan menjadikan mereka bulan-bulanan para tenaga marketing. Untungnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan edaran resmi tertanggal 14 Mei 2014 kepada semua pelaku usaha jasa keuangan untuk menghentikan setiap usaha menawarkan produk dan jasanya melalui telepon atau sms. Jauh sebelumnya OJK sudah mengeluarkan larangan praktek ini melalui peraturan OJK no.1/POJK.7/2013 tertanggal 6 Agustus 2013. Setelah sekian lama disosialisasikan, rencananya aturan ini akan resmi berlaku mulai 6 Agustus 2014 mendatang.

“Pemasaran produk lembaga keuangan melalui telepon atau sms sudah berlebihan, “kata Sigit Pramono, Ketua Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas). “Masyarakat umum juga sudah banyak yang mengeluhkan pola pemasaran seperti itu.” Karenanya Sigit sangat mendukung upaya menertibkan teknik pemasaran yang tak beretika ini.

Dengan keluarnya peraturan tersebut, masyarakat wajib menolak jika masih ada pihak yang menawarkan produk keuangan, termasuk dalam hal ini tawaran investasi melalui telepon atau sms. Kecuali jika yang menawarkan produk adalah seseorang yang sudah Anda kenal sebelumnya. Tetapi jika dianggap mengganggu, Anda sebagai konsumen dapat menolak dan mengingatkan bahwa teknik pemasaran tersebut mengganggu Anda dan sudah dilarang oleh pemerintah.

Jika si penelpon masih membandel juga, silahkan diadukan ke OJK melalui 500-655.

Artikel Terkait Lainnya:

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: