Phising (Pencurian Identitas)

phisingPhising merupakan salah satu ancaman kejahatan paling lazim saat ini, yang dilakukan dengan cara mencuri data penting orang lain. Data penting dalam hal ini tentu saja mulai dari data pribadi (nama, alamat, email, nomor hangphone dll), lalu data terkait dengan keuangan antara lain data bank (nomor rekening), data ATM (nomor dan PIN), serta data kartu kredit (nomor, pin, jenis kartu, nomor di belakang kartu kredit, dll).

Pada saat penjahat memperoleh sebagian data-data tersebut, mereka dapat dengan leluasa mengeruk isi rekening Anda, atau membelanjakan kartu kredit Anda tanpa perlu persetujuan lagi. Mereka telah memiliki data-data penting yang diinginkannya.

Walaupun namanya mencuri, bukan berarti mereka meminta data rahasia Anda dengan kekerasan atau diam-diam tanpa sepengetahuan Anda. Sama sekali tidak. Bahkan tanpa disadari, Anda bisa saja terjebak dan memberikannya secara sukarela. Untuk itu, sangatlah penting untuk berjaga-jaga dan memahami dengan baik modus-modus phising. Saking berbahayanya, sebuah film berjudul Identity Thief dirilis tahun 2013 untuk menggambarkan persoalan yang mungkin timbul karena keteledoran Anda mengamankan informasi pribadi.

Beberapa modus jebakan phising yang dapat terjadi antara lain melalui:

  1. Telepon (atau email) dari pihak bank atau bank penerbit kartu kredit. Mereka mengatakan akan mengupdate data perbankan (atau kartu kredit) Anda. Atau ada masalah dengan rekening Anda yang harus segera diatasi saat itu juga. Untuk itu mereka perlu menyamakan data-data Anda dengan data bank, dst. Jika Anda melayani telepon semacam ini, Anda tanpa sadar telah memberikan data paling rahasia Anda kepada orang lain. Catatan: Pihak bank tidak pernah melakukan permintaan data nasabah melalui telepon, email atau surat. Jika ada masalah dengan rekening Anda, seharusnya Anda dating ke kantor bank tersebut, bukan menyelesaikannya melalui telepon atau email. Jangan memberitahukan kode pin (atm atau kartu kredit) Anda kepada siapapun, termasuk petugas bank sekalipun.
  2. Permintaan mengisi survey (bisa melalui internet, email, atau telepon). Mengisi survey adalah hal yang wajar. Tetapi bila yang ditanyakan sudah menyangkut hal-hal sensitif terkait data keuangan (perbankan atau kartu kredit), Anda harus waspada dan sebaiknya tidak mengisi survey tersebut.
  3. Melalui transaksi online. Modusnya beraneka ragam. Bisa melalui tawaran produk murah, tawaran bisnis
    phising_free offer

    Iklan seperti ini bisa saja menguras rekening dan kartu kredit Anda.

    online, tawaran diskon besar, dll. Terkadang tawaran tersebut megitu menarik sehingga Anda tanpa ragu membayar dengan kartu kredit. Toh harganya tidak mahal, ditipu pun tidak seberapa, pikir Anda. Apa yang terjadi. Bulan berikutnya Anda mendapatkan tagihan ratusan dollar (jutaan Rupiah) atas pendaftaran (atau pembelian produk) yang Anda pikir tidak seberapa tersebut.Catatan: Transaksi online merupakan hal yang umum dewasa ini. Tetapi jangan pernah menginput data kartu kredit Anda di situs yang tidak terpercaya. Ada baiknya Anda membaca: Tips Aman Melakukan Transaksi Online.

  4. Pembelian software melalui smartphone. Beberapa orang mengeluhkan tagihan kartu kredityang membengkak setelah membeli software tertentu melalui smartphone.Catatan: Jika tidak terlalu penting, batasi transaksi Anda melalui smartphone. Diskusikan pengalaman teman Anda atau orang lain yang telah mendownload suatu software yang Anda minati. Pastikan provider software adalah perusahaan/institusi terpercaya.
  5. Tawaran Produk ke Rumah. Mungkin Anda melihat suatu iklan atau tawaran paket produk (bisa handphone, tiket pesawat, produk liburan, diskon restoran dll) yang ditawarkan dengan harga sangat murah. Setelah Anda hitung-hitung, toh tidak ada salahnya. Murah sekali, kapan lagi dapat penawaran seperti ini, pikir Anda. Pembayaran tidak menggunakan cash, tetapi menggunakan kartu kredit atau ATM. Orang tersebut membawa mesin gesek, persis yang terlihat di restoran atau supermarket tempat Anda biasa menggunakan kartu kredit atau ATM Anda. Jika Anda setuju tawaran tersebut, dan menggesek kartu Anda, jangan kaget bila tabungan Anda terkuras atau tagihan kartu kredit membengkak. Penyebabnya, Anda telah memberikan data Anda melalui skimming device yang mereka bawa.Baca selengkapnya di: Pencurian melalui ATM Anda.

Lindungi Data-data Rahasia Anda

Selain itu, jagalah data-data rahasia Anda dengan baik sehingga tidak mudah diakses oleh orang lain. Beberapa hal penting terkait data rahasia adalah:

  1. Saat membuat PIN, password atau kode rahasia lainnya, usahakan kode tersebut tidak mudah ditebak orang lain. Baca: PIN Anda Mudah Ditebak Orang Lain?
  2. Jangan menuliskan kode-kode rahasia Anda di tempat yang mudah terlihat orang lain seperti buku catatan. Sangat fatal pula bila Anda menyimpan kode-kode rahasia Anda di dalam dompet. Jika dompet Anda hilang, maka dapat dipastikan orang lain dengan mudah akan mengakses data keuangan Anda.
  3. Menyimpan kode-kode rahasia di handphone atau smart-gadget lainnya mungkin terlihat praktis. Bila demikian, perlakukanlah gadget bagai dompet Anda sendiri. Usahakan melindungi semua gadget Anda dengan password agar tidak dapat diakses oleh orang lain.
  4. Jangan pernah memberikan data-data rahasia Anda kepada orang lain, termasuk kepada pihak yang mengaku dari perbankan.
  5. Jangan mudah tergiur dengan aneka penawaran online seperti bisnis yang sangat menguntungkan, produk murah, diskon besar-besaran, tipuan obat mujarab (atau suplemen ajaib) yang sangat langka tetapi murah, cara mudah untuk langsing cepat dll. Harga murah bisa berakibat besar bagi kantong Anda. Kedepankan logika dan waspadalah selalu.

Link Terkait Lainnya:

%d blogger menyukai ini: