Iklan

Perkenalkan: Inflasi, Si Perampok Siluman

inflasi_adalahApa yang dimaksud dengan inflasi? Secara umum, inflasi dapat didefenisikan sebagai peningkatan harga-harga secara umum dalam suatu periode waktu tertentu. Karena harga cenderung naik, nilai uang seolah menjadi menurun, sehingga ada juga yang mengartikan inflasi sebagai proses penurunan nilai uang. Contohnya saja, uang Rp100 ribu saat ini tidak lagi bisa membeli barang sebanyak yang bisa dibeli dengan uang yang sama 5 tahun lalu bukan? Angkanya tetap tetapi nilainya sebetulnya semakin menurun. Dengan kata lain, uang menjadi “sedikit” alias berkurang. Inflasi-lah yang merampoknya.

Bank Indonesia mengilustrasikan inflasi sebagai berikut:

Inflasi_bank_indonesia

Di tahun 1998, dengan uang Rp100 ribu, kita bisa membeli lebih sekeranjang bahan kebutuhan pokok. Namun di tahun 2005, uang dengan nilai yang sama hanya bisa membeli sekeranjang bahan pokok. Di tahun 2013, uang Rp100 ribu, tidak lagi mampu membeli sekeranjang kebutuhan rumah tangga.

Penyebab timbulnya inflasi antara lain, meningkatnya permintaan masyarakat, berlebihnya jumlah uang beredar yang kemudian memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, adanya gangguan pasokan barang/jasa dan sebagainya.
Bahayanya, inflasi tidak pilih-pilih korban. Dengan diam-diam tanpa disadari, inflasi bagai siluman merampok semua orang tanpa pandang bulu, baik kaya maupun miskin, tua maupun muda. Karenanya semua orang harus memahami dan peduli dengan keberadaan inflasi, terutama karena hal-hal sebagai berikut:

  • Inflasi menurunkan daya beli masyarakat,
  • Kesenjangan pendapatan melebar,
  • Inflasi yang tinggi menghambat investasi produktif karena ketidakpastian (mendorong investasi jangka pendek)
  • Inflasi tinggi menimbulkan ketidakpastian ekonomi sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang

Adapun data besaran inflasi di Indonesia dalam 10 tahun (2004 – 2014) adalah sebagai berikut:

Dalam tabel di atas terlihat bahwa inflasi Indonesia cukup tinggi, mencapai rata-rata 7,94% per tahun selama 10 tahun terakhir. Harga-harga naik rata-rata 7,94% setiap tahun. Sebagai contoh, bila rata-rata belanja Anda di tahun 2003 adalah Rp1 juta, maka untuk membeli barang yang sama di tahun 2014, Anda memerlukan Rp Rp2.139.446.

Dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa nilai uang turun rata-rata 7,94% tiap tahunnya dalam kurun waktu tersebut. Di sisi kanan tabel tersebut terlihat penurunan uang. Nilai uang Rp1 juta di tahun 2013 turun terus seiring inflasi menjadi hanya sekitar Rp434.156 di tahun 2014. Artinya uang Rp 1 juta di tahun 2014, hanya mampu membeli produk sebanyak yang bisa dibeli dengan harga Rp434.156 di tahun 2004 lalu.

Tabel tersebut di atas dapat juga disederhanakan dengan grafik di bawah ini:

Inflasi_Indonesia_2004_2014

Kenaikan harga akibat inflasi (garis oranye), sekaligus menurunkan nilai uang (garis biru) Anda!

Menurut Bank Indonesia, inflasi yang tinggi dan tidak stabil akan memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karenanya, menjaga inflasi yang rendah dan stabil menjadi syarat utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik dan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan: Jika uang terasa tidak pernah cukup, bisa jadi karena inflasi mengerek harga lebih cepat, sementara penghasilan atau tabungan Anda tidak bertumbuh. Nilai uang Anda dirampok inflasi.

Lalu bagaimana agar tidak terjebak inflasi?

Jika Anda hanya menyimpan uang di bank, maka uang Anda akan tergerus inflasi karena bunga tabungan efektif hanya sekitar 1-3% setelah dikurangi pajak dan biaya-biaya. Kerja keras Anda memupuk tabungan akan sia-sia mengejar pertumbuhan harga. Akibatnya dimasa mendatang Anda akan selalu merasa kekurangan uang walaupun Anda rajin menabung.

Orang yang tidak mengelola uang dengan bijak, cenderung akan terkalahkan inflasi sehingga berpeluang mengalami penurunan nilai aset alias makin miskin. Tetapi jika Anda berusaha mengelola penghasilan agar bisa berkembang di atas inflasi maka Anda bisa mengharapkan masa depan yang lebih sejahtera.

Langkah terbaik mengatasi inflasi adalah berusaha mengembangkan uang Anda dengan berbisnis atau belajar berinvestasi. Investasi yang benar seharusnya memberikan hasil lebih tinggi dari inflasi. Dengan demikian, keuangan keluarga Anda tidak akan terlalu dipengaruhi oleh kenaikan harga-harga dan bisa mengupayakan kesejahteraan.

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: