Iklan

Investasi di TekFin: Teknologi Finansial

Salah satu efek kemajuan teknologi internet adalah kemunculan aneka bisnis/investasi financial technology (fintech) atau yang di-Indonesiakan sebagai tekonologi finansial alias Tekfin. Sebagai industri di bidang keuangan, bidang usaha tekfin atau fintech sendiri meliputi hampir semua bidang usaha yang selama ini ditangani perbankan sampai perusahaan sekuritas. Mulai dari layanan pinjaman pribadi, pembiayaan usaha, sampai investasi.

Perbedaan utama tekfin dengan perbankan biasa adalah kemudahan proses transaksi ataupun investasi di tekfin. Hampir semua prosesnya melalui sistim online di handphone atau komputer. Proses adminsitrasi sangat minimal sehingga memudahkan masyarakat segala kalangan mendapatkan layanan keuangan melalui tekfin.

Sebagai penyedia layanan keuangan bagi masyarakat umum, tekfin juga menyediakan peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi didalamnya dan mendapatkan keuntungan atau bagi hasil dari hasil pengolahan dana yang terkumpul. Menariknya, berinvestasi di tekfin tak mesti besar. Dengan uang Rp100 ribu, Anda sudah bisa menjadi investor.

Caranya, calon investor mendaftar sebagai investor dan menyetor dana investasinya. Kemudian tekfin menyalurkan dana investasi tersebut kepada para peminjam (debitur). Jadi seolah orang-per-orang yang saling meminjam dan mendanai, tetapi difasilitasi oleh perusahaan tekfin. Itulah sebabnya, skema investasi-peminjaman ini disebut juga peer-to-peer (P2P) lending. Karena melibatkan dana dari masyarakat investor, sistim pendanaan ini juga sering diistilahkan crowd funding.

Hasil keuntungan ini kemudian dinikmati oleh investor juga dalam bentuk imbal investasi yang dibayarkan pada periode tertentu. Kebanyakan Tekfin membayar bagi hasil setiap bulan kepada investornya.

Nah, ada begitu banyak tekfin yang menawarkan peluang investasi. Bagaimana kiat memilih tekfin yang terbaik untuk membiakkan duit Anda?

Sebelum memutuskan ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut:

Pilihlah tekfin yang telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tekfin yang telah terdaftar di OJK selalu membuat laporan yang diawasi langsung oleh OJK sehingga datanya lebih transparan. Dengan demikian resiko terjadinya malprestasi atau penipuan dapat ditekan.

Baca juga: Aneka Pilihan Investasi Resmi Indonesia

Waspadai penawaran dengan bunga tinggi. Ingat prinsip utama investasi bahwa semakin tinggi potensi income, semakin tinggi juga resikonya. Saat penulisan artikel ini, kebanyakan penasehat keuangan menyarankan imbal hasil/bunga tekfin di kisaran maksimum 20% per tahun. Meskipun demikian, ada tekfin yang menawarkan bunga di atas itu. Pelajari lebih dalam sebelum Anda memutuskan pilihan.

Pahami biaya administrasi. Kebanyakan tekfin mensyaratkan biaya administrasi sekitar 1% bagi investor dan/atau peminjam.

Jika Anda berinvestasi untuk mendanai bisnis/proyek peminjam tertentu, sebaiknya pelajari lebih seksama profil peminjam dan usahanya. Dengan demikian Anda akan mendapatkan keyakinan apakah investasi Anda akan aman atau tidak. Mendanai usaha yang baru dirintis tentu saja lebih beresiko ketimbang bisnis yang sudah ada, misalnya.

Pelajari juga profil bisnis yang bersangkutan, apakah ada di dunia online. Trend bisnis masa kini menunjukkan bahwa suatu bisnis kemungkinan akan lebih berkembang bila informasinya tersedia online, minimal di salah satu atau dua marketplace.

Jangan jadikan investasi di tekfin sebagai investasi utama. Sebaiknya sebar investasi Anda di beberapa tempat. Misalnya di reksadana atau saham juga, sehingga resiko dan potensi income lebih terbagi dan beragam.

Baca juga artikel terkait fintech atau tekfin di sini.

Selamat berinvestasi.

 

 

 

 

 

http://personalfinance.kontan.co.id/news/cermat-berinvestasi-di-tekfin-p2p-lending

Iklan
%d blogger menyukai ini: