Cara Menghitung Keuntungan Investasi ORI

Dibawah ini adalah ilustrasi perhitungan keuntungan/kerugian bila investor, sebut saja Bu Shinta membeli ORI saat penawaran (pasar perdana) lalu menjualnya kembali (di pasar sekunder) dengan tingkat kupon (bunga) yang berbeda.

ILUSTRASI 1: Beli saat penawaran ORI (Pasar Perdana)

Bu Shinta membeli ORI di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 8,5%. Bila ORI tersebut tidak dijual sampai jatuh tempo, maka keuntungan (kupon) yang diperoleh adalah:

Kupon = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833/bulan. Kupon tersebut dibayarkan setiap bulan sampai dengan jatuh tempo.
Pokok pada saat jatuh tempo, pokok ORI dibayarkan kembali keada investor sebesar Rp10.000.000,-

ILUSTRASI 2: Jual kembali ORI dengan harga lebih tinggi.

Bu Shinta membeli ORI di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 8,5% lalu dijual kembali sebelum jatuh tempo, di pasar sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 105% = Rp10.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Gain sebesar Rp500.000 (Hasil pejualan – Pokok).

ILUSTRASI C: Jual kembali ORI dengan harga lebih rendah.

Bu Shinta membeli ORI di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 8,5% kemudian dijual kembali sebelum jatuh tempo di pasar sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 95% = Rp9.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Loss (kerugian) sebesar Rp500.000 (Pokok – Hasil pejualan).

(Perhitungan keuntungan belum memperhitungkan pajak ORI atas kupon dan capital gain sebesar 15%, serta biaya transaksi penjualan kembali di pasar sekunder).

Iklan
%d blogger menyukai ini: