Iklan

Cara Menghitung Keuntungan Investasi ORI / Sukuk Ritel

Pada dasarnya obligasi dan sukuk memiliki kesamaan cara penghitungan keuntungan atau bagi hasil. Perbedaan keduanya lebih ke sifat investasinya, yaitu bahwa sukuk merupakan obligasi berbasis syariah yang ditetapkan pemerintah melalui Dewasn Syariah MUI. Keuntungan obligasi disebut kupon, sementara di sukuk dikenal istilah imbalan.

Dibawah ini adalah ilustrasi perhitungan keuntungan/kerugian bila investor membeli obligasi ritel (ORI) atupun sukuk ritel. Sebut saja Bu Shinta membeli ORI/sukuk ritel saat penawaran (pasar perdana), dengan tiga ilustrasi investasi yang berbeda.

ILUSTRASI 1: Beli saat penawaran ORI/Sukuk Ritel (Pasar Perdana)

Bu Shinta membeli ORI/sukuk ritel di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 8,5%. Bila ORI/sukuk ritel tersebut tidak dijual sampai jatuh tempo, maka keuntungan (kupon) yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833/bulan. Kupon/imbalan tersebut dibayarkan setiap bulan sampai dengan jatuh tempo.
Pokok pada saat jatuh tempo, pokok ORI/sukuk ritel dibayarkan kembali kepada investor sebesar Rp10.000.000,-

ILUSTRASI 2: Jual kembali ORI/sukuk ritel dengan harga lebih tinggi.

Bu Shinta membeli ORI/sukuk ritel di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon/imbalan 8,5% lalu dijual kembali sebelum jatuh tempo, di pasar sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 105% = Rp10.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Gain sebesar Rp500.000 (Hasil pejualan – Pokok).

ILUSTRASI C: Jual kembali ORI/sukuk ritel dengan harga lebih rendah.

Bu Shinta membeli ORI/sukuk ritel di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon/imbalan 8,5% kemudian dijual kembali sebelum jatuh tempo di pasar sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 95% = Rp9.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Loss (kerugian) sebesar Rp500.000 (Pokok – Hasil pejualan).

(Perhitungan keuntungan belum memperhitungkan pajak ORI/sukuk ritel atas kupon dan capital gain sebesar 15%, serta biaya transaksi penjualan kembali di pasar sekunder).

Jangan lupa baca juga aneka pilihan investasi legal lainnya.

Selamat berinvestasi untuk masa depan Anda dan pembangunan bangsa.

Iklan
%d blogger menyukai ini: