Cara Menghitung Keuntungan Investasi SBN

Tertarik berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN)? Lalu bagimana menghitung keuntungan investasi ORI ataupun Sukuk? Mudah saja. Sebagaimana diketahui bahwa SBN saat ini terdiri dari 4 pilihan yaitu  Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST) dan Saving Bond Ritel (SBR), yang bisa dipilih oleh masyarakat sesuai jadwal penawaran.

Besaran keuntungan bagi hasil yang ditawarkan SBN biasanya disebut kupon (ORI dan SBR) atau imbal hasil untuk SR dan ST. Dalam menghitung potensi keuntungan SBN, masyarakat perlu mengetahui karakteristik jenis SBN yang dipilih.

Misalnya saja SBR dan Sukuk Tabungan dapat ditarik/dicairkan sebelum jatuh tempo, tetapi tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Sementara ORI dan Sukuk Ritel tidak dapat ditarik lebih awal, tetapi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.

Dibawah ini adalah ilustrasi perhitungan keuntungan/kerugian bila investor Surat Berharga Negara:

ILUSTRASI 1: Beli saat penawaran ORI/Sukuk Ritel (Pasar Perdana)

Bu Shinta membeli SBN pada saat ditawarkan (disebut juga: pasar perdana) sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 8,5%. Bila SBN tersebut tidak dijual sampai jatuh tempo, maka keuntungan (kupon) yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833/bulan. Kupon/imbalan tersebut dibayarkan setiap bulan sampai dengan jatuh tempo.
Pokok pada saat jatuh tempo, pokok SBN dibayarkan kembali rekening investor sebesar Rp10.000.000,-

ILUSTRASI 2: Jual kembali ORI/Sukuk Ritel dengan harga lebih tinggi.

Bu Shinta membeli ORI/Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon/imbalan 8,5% lalu dijual kembali sebelum jatuh tempo, di pasar sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 105% = Rp10.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Gain sebesar Rp500.000 (Hasil pejualan – Pokok).

ILUSTRASI 3: Jual kembali ORI/Sukuk Ritel dengan harga lebih rendah.

Bu Shinta membeli ORI/Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon/imbalan 8,5%. Karena butuh uang, ibu Shinta menjual kembali ORI/SR tersebut sebelum jatuh tempo di pasar sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon/imbalan = 8,5% x Rp10.000.000 x 1/12 =Rp70.833 diterima setiap bulan sampai dengan bulan sebelum penjualan kembali.
Pokok yang diterima saat dijual = Rp10.000.000 x 95% = Rp9.500.000.

Dari penjualan tersebut tercatat Capital Loss (kerugian) sebesar Rp500.000 (Pokok – Hasil pejualan).

Perhitungan keuntungan belum memperhitungkan pajak ORI/sukuk ritel atas kupon dan capital gain sebesar 15%, serta biaya transaksi penjualan kembali di pasar sekunder.

Ingin segera berinvestasi? Silahkan cek pilihan SBN yang tersedia dengan mengecek artikel SBN terbaru di sini. Jangan lupa baca juga aneka pilihan investasi legal lainnya.

Selamat berinvestasi untuk masa depan Anda dan pembangunan bangsa.

%d blogger menyukai ini: