Iklan

Investasi Saham

saham_bursa_indonesiaBerbicara tentang investasi saham sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah. Investasi saham bukan lagi monopoli orang kaya atau pimpinan perusahaan. Dengan berbagai kemudahan sebagai berkah perkembangan teknologi, investasi saham kini dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk pelajar, mahasiswa, petani, PNS, karyawan, sampai ibu rumah tangga. Dengan teknologi internet, Anda dapat memulai bisnis saham serta bertransaksi online cukup dari komputer, laptop atau hp (smartphone) Anda.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa, salah satu ciri negara maju dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam investasi saham. Keikutsertaan masyarakat dalam investasi saham menunjukkan peran masyarakat untuk mendanai perusahaan (terutama perusahaan lokal) sehingga tidak perlu menggantungkan nasib terhadap investasi atau pinjaman asing. Nah, di negara-negara seperti Jepang atau Hongkong, ibu-ibu berinvestasi saham layaknya arisan. Mereka ngobrol saham di pasar sambil berbelanja sayur.

Mengapa Investasi Saham?

Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan pilihan investasi termasuk reksadana saham sekalipun. Meskipun demikian, patut diingat bahwa dalam semua jenis investasi, terdapat pakem high risk, high return, dibalik resiko yang tinggi terdapat potensi keuntungan yang tinggi pula.

Berbeda dengan reksadana saham yang return-nya berkisar di angka 20an% per tahun, investasi saham bisa mencatatkan prestasi puluhan hingga ratusan % per tahun. Itu kalau Anda hanya menempatkan dana secara pasif dalam saham-saham yang tepat alias sebagai investor. Mereka yang aktif melakukan jual beli saham (trader) dalam jangka pendek bisa mencatat keuntungan yang lebih tinggi pula; tentu dengan memperhitungkan segala resiko yang ada.

IHSG_2015

Grafik di atas nilai rata-rata saham Indonesia (IHSG) dalam 10 tahun terakhir telah naik mendekati 300%. Jadi dalam periode tersebut, rata-rata return saham sekitar 23%, jauh di atas bunga bank ataupun deposito. Jika beruntung menemukan saham terbaik, keuntungan tentu jauh lebih besar dari angka tersebut di atas.

Selain itu, berinvestasi saham ternyata tidak perlu modal besar. Dulunya, calon investor wajib menyediakan puluhan juta rupiah untuk bisa membuka akun investasi. Namun kini pemerintah mendorong masyarakat berinvestasi di pasar modal. Maka, modal awal untuk investasi saham pun kini berkisar Rp1 juta, Rp 5 juta dan seterusnya, tergantung ketentuan masing-masing perusahaan sekuritas. Selengkapnya baca di: Modal Awal Minimal untuk Berinvestasi Saham.

Karenanya investasi saham menjadi cukup penting, tentu dengan mempertimbangkan berbagai pilihan investasi lainnya. Kendala utama masyarakat dalam berinvestasi saham adalah pengetahuan serta pemahaman akan resiko bisnis saham. Selain itu, banyak orang berpendapat bahwa bermain saham sama dengan judi. Faktanya, berinvestasi saham merupakan pekerjaan serius, bukanlah mainan; dan harus dilakukan pertimbangan yang cermat dalam pengambilan keputusan. Jadi berinvestasi saham, sama sekali tidak sama dengan bermain judi.

Dengan memiliki saham, berarti Anda telah ikut memiliki suatu perusahaan. Bayangkan Anda dapat ikut memiliki perusahaan tambang, perusahaan penerbangan, atau perusahaan farmasi yang terkenal dan mendapatkan keuntungan berupa deviden, dan keuntungan kenaikan harga saham (capital gain) yang sangat mungkin terjadi dalam jangka panjang.

Dimana dan Bagaimana Beli Saham?

Mulai tanggal 6 Januari 2014, hitungan satu lot saham yang dulunya terdiri dari 500 lembar saham, kini menjadi hanya 100 lembar. Artinya, dengan uang minim, bahkan hanya seratusan ribu Rupiah, masyarakat sudah bisa membeli 1 lot saham dan menikmati manisnya kue investasi saham.

Nah, untuk membeli saham, Anda tinggal mendatangi perusahaan perantara perdagangan efek saham (biasa disebut perusahaan sekuritas atau broker) yang terdekat di daerah Anda. INGAT: Perusahaan sekuritas (broker) yang resmi adalah yang masih aktif dan terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia.

Setelah kode nasabah Anda sudah jadi, silahkan buka rekening di perusahaan sekuritas pilihan Anda dengan saldo minimum berkisar Rp100 ribu – Rp5 juta, tergantung kebijakan perusahaan. Sebagai investor, umumnya Anda akan ditawari 2 macam rekening transaksi yaitu: full service dan online trading. Full service artinya transaksi jual beli saham Anda akan dilayani oleh petugas perusahaan securitas, sementara online trading berarti Anda mentransaksikan sendiri saham Anda secara online melalui situs perusahaan tersebut.

Seperti saat membuka rekening bank, Anda dapat membuka lebih dari satu rekening saham, dengan perusahaan sekuritas yang berbeda-beda pula. Sekitar seminggu setelah registrasi, investor akan memperoleh kartu Akses (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dari KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).* Untuk lebih jelasnya, pastikan Anda mendapat informasi lengkap dari broker di perusahaan sekuritas pilihan Anda. Mudah bukan?

Adakah perusahaan sekuritas di kota saya?

Sejumlah perusahaan sekuritas resmi telah memiliki kantor cabang di ibu kota propinsi dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Anda dapat mengecek langsung di website perusahaan sekuritas yang Anda kenal, lalu cek apakah perusahaan tersebut memiliki cabang di kota/daerah Anda. Cara lainnya adalah dengan mengecek di google dengan kata kunci misalnya: sekuritas Manado (ganti dengan nama kota Anda).

Tetap Waspada!

Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di dunia saham, meningkat pula berbagai modus penipuan yang  membawa iming-iming investasi baik saham maupun komoditi. Tawaran tipuan ini bisa datang dari dalam negeri ataupun dari luar negeri melalui berbagai cara. Bisa langsung melalui surat ataupun melalui internet (email, website, facebook dll).

Ciri utama penipuan adalah menjanjikan cara mudah untuk mencapai keuntungan dalam waktu singkat. Mereka menjanjikan keuntungan yang besar serta resiko yang rendah. Ingat: prinsip umum investasi adalah keuntungan biasanya sebanding dengan resikonya. Karena itu pastikan bertransaksi hanya dengan perusahaan sekuritas yang berizin resmi.

* KSEI merupakan lembaga di pasar modal Indonesia yang berfungsi untuk melayani proses transaksi dan administrasi saham serta surat berharga lainnya.

Dimana belajar investasi saham?

  1. Manfaatkan internet. Ketiklah kata kunci misalnya ‘belajar investasi saham’, ‘belajar saham untuk pemula’, dll. Anda akan menemukan banyak panduan di sana. Anda dapat juga mendaftar untuk mengikuti pelatihan investasi saham di kota Anda.
  2. Mungkin sudah saatnya Anda menghubungi penasehat keuangan?
  3. Hubungi perusahaan manajemen investasi yang resmi dan merupakan anggota Bursa Efek Indonesia.
  4. Keluarga dan teman yang berpengalaman di dunia investasi juga merupakan sumber ilmu yang baik. Meskipun demikian, tetap kedepankan logika agar terhindar dari berbagai modus penipuan.

Namun sesungguhnya, berinvestasi merupakan proses belajar juga. Tidak ada ilmu yang pasti dalam berinvestasi. Para pakar investasi sekalipun masih belum tentu memiliki pendapat yang sama dalam berinvestasi saham. Sebaliknya, seorang pemula bisa saja membuat keputusan yang benar dan menguntungkan, meski baru belajar berinvestasi.

Keahlian seorang investor akan semakin terasah seiring dengan pengalaman berinvestasi.

 

Iklan
%d blogger menyukai ini: