Asuransi

Perlukah Asuransi? Siapapun menginginkan kepastian. Sementara sangat sedikit yang pasti di dalam hidup ini. Tidak ada kepastian apakah kita akan sehat selalu, atau kapan akan meninggal. Tidak ada jaminan kita tidak akan pernah mengalami kecelakaan atau resiko lainnya seperti kebakaran. Ditengah ketidakpastian inilah asuransi diperlukan.

Asuransi akan mengurus segala kerugian akibat kemalangan yang Anda alami, termasuk kematian sekalipun. Mengambil produk asuransi berarti memindahkan sebagian resiko ke pihak lain. Jika Anda mengambil asuransi kesehatan misalnya, pihak lain akan membayar tagihan RS jika Anda (dan pihak tertanggung lainnya) sakit. Demikian juga halnya dengan asuransi kendaraan, asuransi property, ataupun asuransi kematian.

Asuransi atau Investasi?

Belakangan asuransi menjadi semakin menarik karena terdapat produk asuransi yang dibarengi dengan produk investasi. Namanya asuransi unit link. Produk ini ditawarkan oleh hampir semua perusahaan asuransi. Jadi premi yang Anda bayarkan, sebagian diinvestasikan sehingga dalam jangka waktu tertentu Anda akan memperoleh manfaat investasi.

Prinsip investasi pada asurasi unit link, kurang lebih sama dengan investasi reksadana. Bahkan Anda juga bebas memilih jenis resiko investasi Anda, mulai dari yang konservatif (terlalu hati-hati, resiko rendah), resiko sedang, sampai kategori investasi yang lebih menjanjikan tetapi lebih beresiko (ingat prinsip investasi: High return high risk). Anda juga bisa menambah investasi unit link (top up) setiap saat jika ada dana menganggur atau nilai poin lagi turun. Persis seperti menabung biasa.

Lalu apa baik buruknya berinvetasi di unit link dibandingkan reksadana?

Asuransi unit link memungkinkan Anda dapat berinvestasi sekaligus mendapatkan proteksi investasi sekaligus.  Anda bahkan bisa memperoleh 2 manfaat ini dengan harga yang murah. Mulai sekitar Rp300 per bulan. Sangat pas untuk Anda yang ingin berasuransi tetapi juga ingin belajar berinvestasi.

Sementara pengkritik unit link mengatakan tingkat pengembalian investasi unit link tidaklah secepat reksadana. Hal ini dapat dipahami karena tidak semua premi yang disetor ke asuransi diinvestasikan. Selain itu, porsi yang diinvestasikan di unit link juga bervariasi dari tahun ke tahun. Biasanya di tahun awal, premi yang Anda setor 100 untuk premi, lalu tahun berikutnya 90% premi, 10% investasi misalnya. Lalu tahun berikutnya 80%/20%, dan seterusnya; tergantung kebijakan perusahaan asuransi. Hal ini sebaiknya Anda ketahui benar sebelum menandatangani persetujuan membeli produk asuransi.

Dengan pertimbangan ini ada yang mengatakan, lebih baik membedakan asuransi dengan investasi. Jika ingin berasuransi, belilah produk asuransi; sementara untuk berinvestasi, belilah produk investasi. Akan tetapi, semua terpulang pada kebijakan Anda dan tentu saja kemampuan keuangan Anda.

Link Terkait Lainnya:

Iklan
%d blogger menyukai ini: