Cara Mudah Membuat Badan Usaha PT Perorangan

Kini setiap orang dan UMKM bisa langsung membuat badan usaha berbentuk PT (Perseroan Terbatas) perorangan. Hal ini salah merupakan salah satu kemudahan yang dihadirkan pemerintah melalui Undang-Undang Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 (UU Cipta Kerja) untuk mendukung kemudahan berusaha.

Yuk kita kenali lebih lanjut apa itu PT Perorangan dan apa bedanya dari PT biasa yang telah kita kenal selama ini.

PT Perorangan, sesuai namanya, didirikan oleh satu orang saja dan tidak perlu berpatner dengan orang lain. Pendiri perusahaan langsung bertindak sebagai pimpinan perusahaan (direktur) dan tidak memerlukan komisaris.

Proses pendirian PT Perorangan tidak memerlukan akta notaris. Proses pendiriannya dapat didaftarkan langsung melalui Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU). Sebelum melakukan pendaftaran, sebaiknya telah ditentukan nama usaha, klasifikasi usaha sesuai KLBI terbaru, dan sebagainya.

Persyaratan untuk mendirikan PT Perorangan:

  1. KTP Pendiri
  2. NPWP Pendiri

Setelah resmi terdaftar dan mendapatkan sertifikat pendirian dari Ditjen AHU, selanjutnya pemilik PT dapat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online.

PT Perorangan diperuntukkan bagi usaha mikro dan usaha kecil saja. Usaha Mikro adalah semua jenis usaha yang modal usahanya tidak lebih dari Rp1 miliar atau penjualan tahunan tidak lebih dari Rp2 miliar. Sedang usaha kecil adalah usaha yang modalnya antara Rp1 – 5 milliar atau penjualan tahunan Rp2 – 15 miliar. Modal usaha dalam hak ini tidak termasuk tanah dan bangunan (PP No 7 tahun 2021).

PT Perorangan adalah Badan Hukum perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Usaha Mikro dan Kecil.

Kewajiban PT Perorangan

Sama dengan kewajiban PT biasa, PT perorangan berkewajiban melakukan pencatatan keuangan sederhana yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.; serta mematuhi kewajiban perpajakan.

Perubahan data dan status

Meski pendirinya hanya 1 orang, PP No.8 Tahun 2021 menegaskan bahwa PT Perorangan memiliki status hukum yang sama dengan badan hukum PT biasa yang memiliki minimal 2 pendiri dan pemegang saham. Dengan demikian PT perorangan dapat melakukan semua kegiatan usaha sesuai KLBI yang dipilih, termasuk bisnis ekspor impor sekalipun.

PT Perorangan dapat melakukan perubahan data dan menyampaikan perubahan tersebut kepada Ditjen AHU untuk mendapatkan ketetapan hukum.

Perubahan status PT perorangan dapat juga dilakukan dalam bisnis berkembang semakin besar dan mungkin terjadi salah satu kondisi berikut:

  1. Pemegang saham menjadi lebih dari 1 orang.
  2. Modal usaha dan/atau omzet tahunan telah melebihi kategori usaha mikro dan kecil.

sehingga PT perorangan ingin berubah menjadi PT biasa. Perubahan status tersebut dapat dilakukan dengan membuat akta perubahan melalui notaris dan didaftarkan secara elektronik kepada Menteri Hukum & HAM.

Nah, tertarik untuk membuat PT untuk bisnismu juga? Memiliki PT kini semakin mudah dan murah tentunya. Jangan lupa bagikan informasinya kepada relasi atau keluarga Anda.

Salam sukses UMKM Indonesia.

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: