Iklan

Fintech: Jadi Investor atau Minjam Duit Cukup Di Handphone

Menjadi investor dengan dana kecil atau perlu dana tunai untuk memulai dan mengembangkan usaha atau keperluan pribadi? Bila pilihannya adalah mencari pinjaman bisa jadi kerepotan mengurus persyaratan bank menjadi kendala. Namun dengan peran teknologi internet saat ini memunculkan aneka lembaga praktis berinvestasi atau menyediakan dana segar yang bisa diakses dengan mudah secara online. Nama perusahaan-perusahaan ini adalah financial technology alias fintech. Nah, di Indonesia pun berkembang sejumlah fintech yang bisa menjadi pilihan bila Anda memerlukan pinjaman dana. [Read more…]

Iklan

Saldo Uang 200 Juta di Bank? Awas Dimakan Rayap!!

Pemerintah baru saja mengeluarkan Perppu Nomer 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan; yang memungkinkan institusi perpajakan mengklarifikasi data rekening nasabah pemilik rekening. Namun tidak semua rekening menjadi incaran Ditjen Pajak, melainkan hanya yang bersaldo minimal Rp200 juta ke atas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dari 200 juta jumlah rekening di Indonesia, hanya  2,3 juta rekening yang memiliki saldo minimal Rp 200 juta atau hanya sekitar 1,14% dari total rekening yang ada di Indonesia.

Kewenangan Ditjen Pajak memantau nasabah kakap pun hanyalah untuk memastikan bahwa semua isi rekening tersebut diperoleh dari hasil yang telah dipotong pajak sesuai ketentuan perpajakan Indonesia. Karenanya Menteri Keuangan menghimbau agar masyarakat tidak perlu kuatir yang berlebihan. Apalagi saldo batas ini kemudian diralat menjadi Rp1 milliar yang menyasar sekitar 496.000 rekening.

Nah, keberadaan sejumlah besar rekening bersaldo ratusan juta bahkan miliaran merupakan fenomena tersendiri.  Data Lembaga Penjamin Simpanan menunjukkan telah ada 64.555 rekening bersaldo di atas Rp 5 milyar per Januari 2014 dengan total tabungan mencapai Rp1.529 trilyun! Wow…

Ngomong-ngomong soal saldo, besar di bank bisa jadi disebabkan karena masyarakat Indonesia masih tergolong masyarakat menabung. Akibatnya bila ada dana menganggur, biasanya disimpan di bank dengan harapan dapat berkembang.

Nah, jika kamu adalah pemilik rekening bersaldo besar tersebut, jangan lupa bahwa tabungan besar di bank terancam oleh rayap tak terlihat yang bernama inflasi. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa inflasi adalah rata-rata kenaikan harga barang dan jasa selama setahun. Dari sisi lain, kenaikan harga ini mencerminkan penurunan nilai uang.

Dalam 10 tahun terakhir inflasi Indonesia rata-rata 6% per tahun. Artinya, nilai uang kita sebetulnya mengalami penurunan nilai 6% per tahunnya dalam 10 tahun terakhir.

Tapi kan saya menabung di bank, dapat bunga. Jadi nilai uang saya naik dong…?

Yess, benar sekali. Tabungan memberikan bunga. Supaya uang dapat dikatakan berkembang, kenaikannya paling tidak harus lebih besar dari inflasi. Jadi bunga tabungan minimal 6% per tahun.

Akan tetapi bunga tabungan tidaklah sebesar itu. Sebagai contoh data bunga tabungan dari salah satu bank BUMN per Juni 2017 adalah berikut:

  • 0 s/d < Rp. 500.000 : 0 %
  • Rp 500.000 – Rp 5.000.000 : 1 %
  • > Rp 5.000.000 – Rp 50.000.000 : 1 %
  • > Rp 50.000.000 – Rp 100.000.000 : 1.25 %
  • > Rp 100.000.000 – Rp 1.000.000.000 : 1.50 %
  • > Rp 1.000.000.000 : 2.25 %

Dari data di atas terlihat bahwa duit di bank sampai saldo milyaran pun belum tentu mendapatkan bunga yang menyamai inflasi. Dan perlu dicatat juga bahwa bunga bank yang diperoleh, masih dipotong pajak 25! Slogan rajin menabung pangkal kaya jelas tidak tepat lagi.

Lalu bagaimana supaya uang bisa berkembang melebihi inflasi?

Tidak ada jalan lain. Anda harus mulai belajar berinvestasi dengan berbagai pilihan investasi legal yang baik agar uang berpotensi meningkat. Dengan memilih investasi yang tepat ditunjang kemauan belajar, Anda dapat membiakkan uang yang telah ada dan menghasilkan aset yang lebih besar.

Dalam hal ini, fungsi bank adalah sebagai tempat menyimpan dana darurat atau uang hasil investasi / bisnis yang selanjutnya akan ditanamkan lagi dalam investasi lainnya atau digunakan untuk keperluan jangka pendek lainnya.

Sikapi uang dengan benar, selamat berinvestasi!

 

KTP, SIM dan NPWP Kini Jadi Satu Kartu

Penyederhanaan identitas data kependudukan dan perpajakan kini semakin terang. Salah satunya dengan penggabungan beberapa kartu menjadi cukup satu saja. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memastikan, prototipe kartu pintar Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP Smart Card akan segara diluncurkan dengan nama Kartu Indonesia Satu (Kartin1). [Read more…]

BNI: Makin Gampang Dapat Modal Usaha

bni_kredit-digitalModal seringkali menjadi momok bagi para pengusaha pemula ataupun usahawan kecil. Akibatnya banyak prospek bisnis yang berhenti di tahap ide atau perencanaan saja, tak pernah terealisasi. Namun kini kemudahan mendapatkan modal usaha diberikan oleh Bank BNI, tanpa harus ribet bolak balik ke kantor bank. [Read more…]

Waspadai, Uang Hilang Karena Kartu ATM

atm_skimmingBeberapa waktu belakangan, masyarakat kembali mendengar kabar hilangnya dana sekitar 327 orang nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang menakibatkan kerugian nasabah mencapai Rp1,5 miliar. Diduga, raibnya dana dari rekening disebabkan karena teknik pencurian data kartu ATM yang disebut skimming, yang dilakukan oleh komplotan penjahat. [Read more…]

Pemerintah Terbitkan Sukuk Tabungan, Pilihan Investasi Alternatif Sesuai Prinsip Syariah

Sukuk Tabungan_001_2016Masyarakat Indonesia memiliki tambahan pilihan investasi berbasis syariah yaitu Sukuk Tabungan, ST-001 yang mulai ditawarkan secara umum sejak tanggal 22 Agustus ini. Sukuk tabungan menawarkan imbal hasil tetap sebesar 6,9% per tahun yang dijamin penuh oleh pemerintah. Return ini secara rata-rata lebih tinggi dari imbal hasil wajar yang ditawarkan oleh produk investsi deposito. [Read more…]

Mau Ikut Mencicipi Laba Rp2,26 Triliun dari Bank BNI?

Bank_BNIPara pemegang saham Bank BNI siap-siap menerima pembagian hasil keuntungan (dividen) bank plat merah dengan kode saham BBNI tersebut. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan untuk membagikan 25 persen laba bersih perseroan sebagai dividen tunai kepada seluruh pemegang sahamnya. Waktu pembagian dividen direncanakan akan dibagikan pada 13 April 2016 mendatang. [Read more…]

Ini 5 Perbedaan Kartu Kredit MasterCard dan Visa

Pile of Credit CardsMemilih kartu kredit terbaik memang banyak pertimbangan. Nah, bagi kamu pemegang kartu kredit, pastinya sudah familiar dengan Visa dan MasterCard. Logo keduanya tertera di sebelah kanan bawah kartu kredit. Pilihan itu memang sudah ada saat kamu melakukan aplikasi kartu kredit, baik aplikasi yang dilakukan ke bank mau pun aplikasi kartu kredit online. [Read more…]

Bank Ganesha Tawarkan Saham Perdana Mulai Rp102 Per Lembar

Bank_Ganesha_IPOPT Bank Ganesha akan melakukan penjualan saham perdana (Initial Public Offering– IPO) kepada masyarakat dengan menawarkan sebanyak 6,1 miliar lembar saham, atau setara dengan 63,44 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham perdana Bank Ganesha ditawarkan dengan kisaran harga awal Rp102-105 per lembarnya.  [Read more…]

The Bankers: BRI is Indonesia’s Best Bank 2015

Indonesia_best_bank_2015PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) for the second time in a row awarded the best bank in Indonesia in 2015 or “Bank of The Year 2015” by the British magazine. This is BRI’s third award for it also won the same title in 2011. KEB Hana Bank from South Korea won the title as the best bank for the Asia Pacific region achieved, while the United States’ Wells Fargo secured a prestigious position as the world’s best bank 2015. [Read more…]