Iklan

OJK Amerika Membongkar Penipuan Bermodus Bitcoin

Ahli perangkat lunak, Mike Caldwell memperlihatkan bagian depan dan belakang sebuah Bitcoin fisik di tokonya yang berlokasi di Sandy, Utah. (AFP Photo / George Frey)

Ahli perangkat lunak, Mike Caldwell memperlihatkan bagian depan dan belakang sebuah Bitcoin fisik di tokonya yang berlokasi di Sandy, Utah. (AFP Photo / George Frey)

Uang virtual Bitcoin yang baru dikenal beberapa waktu belakangan, kembali menjadi berita karena kasus penipuan arisan berantai (ponzi) yang berhasil diungkap oleh para penyidik dari SEC (Securities and Exchange Commission) Amerika, semacam institusi Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Petugas SEC Texas menangkap si pelaku bernama Trendon Shavers dari McKinney, Texas karena telah menipu investor dengan modus investasi Bitcoin. Investorpun diberi janji muluk pengembalian investasi sebesar 7% per minggu!

Untuk menjalankan aksinya, Shavers awalnya mendirikan perusahaan bernama Bitcoin Savings & Trust yang kemudian berhasil mengumpulkan dana masyarakat sebesar 700,000 bitcoins selama periode September 2011 dan September 2012 atau kurang lebih senilai $4.6 juta (sekitar Rp46 milyar) berdasarkan nilai Bitcoin waktu itu. Di dunia online Shavers menggunakan nama samaran “pirateat40” untuk mempromosikan bisnisnya.

Artikel terkait: Apa sih Bitcoin itu?

 

Menurut laporan SEC, Shavers sebetulnya tidaklah berbisnis Bitcoin yang sebenarnya. Ia hanya mengumpulkan uang investor lalu menggunakan sebagian untuk membayar investor terdahulu, demikian seterusnya sehingga bisnis arisan berantai (kadang disebut juga skema piramida) itu berkembang seolah investasi betulan. SEC Amerka memang terkenal sangat melindungi masyarakat dari bahaya ponzi/arisan berantai yang kerap muncul dalam berbagai modus.

Juru bicara SEC, Andrew Calamari mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini merupakan untuk pertama kalinya dalam sejarah, para penegak hukum Amerika membongkar kasus yang melibatkan Bitcoin.

“Para penipu jangan mengira takkan terjangkau oleh SEC hanya karena mereka menggunakan Bitcoin atau mata uang virtual lainnya untuk mengelabui masyarakat dan aparat hukum,” kata Calamari, yang juga menjabat sebagai Direktur SEC New York. “Shaver menjerat para korban melalui forum diskusi online dengan mempromosikan bahwa investasinya tidaklah beresiko dan menawarkan keuntungan yang besar.”

Selain didakwa atas janji investasi yang tidak dibayarkan kepada investor, Shavers juga didenda sebesar $147 ribu (sekitar Rp1,5 milyar) atas Bitcoin yang digunakannya untuk kepentingan pribadi termasuk untuk membeli makanan, membayar sewa, dan berjudi.

Keanehan bisnis Bitcoin ini seharusnya mudah terlihat oleh para calon investor. Para investor berbondong-bondong membeli Bitcoin dan mengharapkan untung dari kenaikan nilai Bitcoin dalam hitungan 7 hari! Padahal CNN mencatat bahwa rata-rata harga Bitcoin selama periode September 2011 dan September 2012 hanyalah $6.56.

Saat menggelar kasus ini, SEC sekaligus juga memanfaatkannya untuk menghimbau masyarakat bahwa segala bentuk investasi di Amerika mesti sesuai dengan aturan SEC, baik investasi dalam bentuk mata uang dollar maupun dalam bentuk mata uang virtual seperti Bitcoin. Selain itu SEC juga mengingatkan masyarakat supaya, “Berhati-hati terhadap investasi yang menawarkan pengembalian tinggi, janji-janji tidak beresiko, ataupun investasi yang dilakukan oleh institusi/orang yang tidak terdaftar, berbasis internet yang tidak berijin resmi.”

Baca juga: Daftar Bisnis Online Gadungan dari Luar Negeri.

Sekilas Bitcoin

Bitcoin merupakan mata uang anonim online yang diluncurkan oleh programmer komputer pada tahun 2009, yang kemudian menjadi sangat populer karena kemerosotan kepercayaan terhadap mata uang dunia karena krisis ekonomi, ditambah lagi kemelut dana talangan terhadap Cyprus yang menjadi kolaps karena pemerintahnya menyita saldo tabungan di atas 100.000 euro.

Seiring populernya pilihan investasi seperti emas, Bitcoin pun muncul sebagai pilihan investasi yang dianggap lebih terpercaya ketimbang mata uang keluaran pemerintah. Bitcoin juga cukup disukai dalam transaksi online karena tidak mudah ditelusuri. Akibatnya Bitcoin juga marak digunakan dalam transaksi dunia kejahatan.

Pada bulan Juni 2013 agen para petugas dari US Drug Enforcement Administration (DEA) membongkar para pengguna jaringan pasar online Silk Road yang hanya bisa diakses melalui jaringan anonim. Menurut DEA, seorang tersangka dengan username Eric Daniel Hughes alias Casey Jones, didakwa dengan tuduhan menjajakan narkoba yang dibeli dari Silky Road dengan menggunakan Bitcoin, yang memang biasanya menjadi satu-satunya mata uang yang diterima di jaringan kelam tersebut.

Namun demikian Bitcoin tetap berkembang karena telah diterima pula oleh ribuan merchant untuk aneka transaksi. Awal Juli lalu, si kembar Cameron and Tyler Winklevoss, yang juga sempat menuduh Mark Zuckerberg telah mencuri ide tentang Facebook, mengajukan izin kepada SEC untuk meluncurkan Bitcoin-tracking exchange-traded product (ETP) yang bernama Winklevoss Bitcoin Trust. Meski nilainya masih belum stabil, kenaikan nilai Bitcoin sebenarnya lumayan. Sampai dengan 23 Juli 2013, nilai Bitcoin telah mencapai $96,50.

Uang Virtual Lainnya.

Sebelumnya di bulan Mei 2013, pemerintah Amerika juga melarang penggunaan Liberty Reserve. Mereka menuduh perusahaan yang berbasis di Costa Rica tersebut telah membantu para penjahat di berbagai belahan dunia melakukan pencucian lebih dari $6 milliar (lebih Rp60 trilliun) uang hasil kejahatan.

Masih di bulan Juni2013, agen terbesar untuk penukaran Bitcoin, Mt. Gox yang berbasis di Tokyo (Jepang) dipaksa menghentikan kegiatannya setelah polisi berhasil menyita rekeningnya pada Bank Wells Fargo. Putusnya hubungan dengan pemroses pembayaran, membuat transfer bank menjadi satu-satunya pilihan dalam penukaran mata uang. Hal ini mengakibatkan peningkatan tajam dalam biaya transaksi. Karenanya Mt. Gox memilih patuh untuk segera mendaftar resmi sebagai jasa penukar uang pada Departemen Keuangan. Hal ini berarti bahwa Mt. Gox yang mengurusi hampir 60% peredaran Bitcoin di seluruh dunia harus patuh pada aturan akuntansi yang lebih ketat dan melaporkan semua transaksi di atas $10.000 (Rp100 juta).

Begitulah pemerintah AS melindungi rakyatnya dari investasi yang aneh-aneh, sekaligus tanggap terhadap berbagai kemajuan-kemajuan teknologi transaksi yang berkembang seiring kemajuan jaman.

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: