April 2016, Agen Asuransi Bisa Pasarkan Reksadana

agen_asuransiPara agen asuransi sebentar lagi memiliki produk jualan baru yaitu reksadana. Hal ini sejalan dengan upaya serius pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal melalui reksadana. OJK berniat menambah saluran pemasaran produk reksadana dengan menambah agen penjual reksadana dari kalangan agen asuransi dan agen dana pensiun (dapen). Maklum selama ini produk investasi reksadana hanya boleh dijual melalui bank sebagai agen penjual.

Rencana tersebut menjadi salah satu poin turunan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara sejumlah asosiasi  di industri keuangan non-bank (IKNB) dengan Investment & Financial Learning Center guna mendorong keterlibatan pelaku industri dalam mengembangkan pasar modal. Asosisasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), PT Bursa Efek Indonesia dan Ikatan Pialang Efek Indonesia pun sepakat untuk menyusun kerangka kerja sama.

Agen asuransi selama ini dipandang cukup berhasil menarik minat masyarakat untuk mengenal produk keuangan seperti asuransi dan investasi. Banyaknya jumlah pemegang polis ataupun peserta di IKNB berpotensi meningkatkan jumlah investor ritel, termasuk di investsi saham maupun reksadana. Jumlah agen asuransi jiwa di tahun 2015 sudah mencapai 570 ribu orang dan diharapkan bertambah menjadi 1 juta orang ditahun ini sebagai bagian dari upaya mencapai 10 juta agen asuransi di Indonesia.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, asosiasi-asosiasi di industri keuangan nonbank (IKNB) seperti asuransi maupun dana pensiun dapat bersinergi dengan industri pasar modal untuk memperluas penetrasi di kedua sektor tersebut. IKNB sendiri memegang peranan penting terhadap peningkatan aset di pasar modal. Pasalnya, sekitar 70% dari Rp 1.700 triliun aset di IKNB ditempatkan di pasar modal.

“Jadi, pemegang polis yang ada di IKNB bisa dipersuasi supaya bisa masuk ke pasar modal sebagai investor ritel,” ungkap Nurhaida.

Untuk dapat memasarkan produk investasi ini, agen asuransi harus diberikan pelatihan agar dapat mengenal produk dan bisa menjual dengan baik. “Oleh karena itu, kami akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan ikatan pialang agar bisa melatih agen asuransi untuk bisa menjual produk ritel pasar modal,” papar Deputi Komisioner Pengawas IKNB OJK Dumoly F Pardede. Namun Dumoly menekankan bahwa agen asuransi harus tetap bisa fokus menjual produ utama mereka yaitu asuransi.

Pada April 2016, diharapkan sinergi antara kedua segmen industri ini bisa berkontribusi meningkatkan dana kelolaan reksa dana dan produk keuangan ritel lainnya, termasuk saham. Dumoly mengungkapkan realisasi rencana tersebut akan berdampak signifikan layanan jasa keuangan yang ada. Pasalnya, sinergi antara pelaku asuransi dan pasar modal itu juga akan melibatkan program perbankan, yakni Laku Pandai atau layanan keuangan perbankan tanpa kantor.

Dengan demikian nantinya diharapkan setiap desa di seluruh Indonesia setidaknya memiliki lima agen asuransi yang juga sekaligus memasarkan produk jasa keuangan lainnya.

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: