Data Nasabah Diintip Pajak, Siapa Takut?

Media massa nasional beberapa waktu ini ramai memberitakan munculnya wewenang Ditjen Pajak untuk mengetahui data transaksi nasabah perbankan. Terhitung mulai Februari ini, Ditjen Pajak akan memulai proses pendataan dan pelaporan transaksi keuangan nasabah perbankan dan investor pasar modal. Ada yang perlu dikuatirkan? [Read more…]

Sukuk Ritel: Pilihan Investasi Syariah nan Aman

Sukuk ritel merupakan produk investasi obligasi ritel Indonesia (ORI) yang berbasis syariah. Sebagaimana ORI, sukuk ritel bertujuan untuk mengajak masyarakat berinvestasi dalam pembangunan bangsa. Artinya, dengan berinvestasi di sukuk ritel, selain mendapat keuntungan yang aman dan halal, masyarakat juga berkesempatan berpartisipasi langsung menghimpun dana untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, rumah sakit, bandara, jembatan, bendungan, pelabuhan, asrama haji, sekolah dan sebagainya.

Masyarakat yang berinvestasi di sukuk ritel mendapatkan imbalan dengan tingkat yang ditetapkan pada awal penawaran sukuk. Pada umumnya tingkat imbalan sukuk ritel rata-rata lebih tinggi dibanding suku bunga deposito, dengan jangka waktu investasi rata-rata 3 tahun.

Investasi sukuk ritel juga sangat terjangkau, bisa dimulai dengan Rp5 juta saja.

Baca juga: Mengapa perlu berinvestasi?

Sebagai obligasi pemerintah, sukuk ritel sangat berbeda dengan obligasi perusahaan. Sukuk ritel beresiko sangat rendah karena dijamin penuh oleh pemerintah. Jumlah utang pemerintah melalui ORI ataupun sukuk ritel sangatlah kecil dibandingkan kemampuan keuangan negara sehingga sukuk ritel 100% dijamin aman oleh pemerintah.

Selain itu, pajak yang dikenakan terhadap sukuk ritel hanya 15%. Pajak ini lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito (dan tabungan) yang mencapai 20%. Imbalan dibayarkan kepada investor setiap bukan sampai dengan masa jatuh tempo.

Baca selengkapnya: Cara Menghitung Keuntungan SBN.

Sumber: Kementerian Keuangan

Sampai dengan tahun 2017, pemerintah telah menerbitkan sejumlah seri sukuk ritel (SR) dengan tingkat imbalan dan jangka waktu investasi sebagai berikut:

  1. SR-001 (2009), 12%, 3 tahun
  2. SR-002 (2010), 8,70%, 3 tahun
  3. SR-003 (2011), 8,15%, 3 tahun
  4. SR-004 (2012), 6,25%, 3,5 tahun
  5. SR-005 (2013), 6%, 3 tahun
  6. SR-006 (2014), 8,75%, 3 tahun
  7. SR-007 (2015), 8,25%, 3 tahun
  8. SR-008 (2016), 8,3%, 3 tahun
  9. SR-009 (2017), 6,9%, 3 tahun

Bagaimana cara memulai investasi sukuk ritel?

Caranya mudah saja. Anda cukup mendatangi bank-bank yang ditunjuk sebagai agen penjual sukuk ritel, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk untuk melakukan pendaftaran dan pemesanan. Daftar bank yang ditunjuk sebagai agen penjual sukuk ritel biasanya diumumkan juga saat peluncuran sukuk ritel. Bank-bank besar dan ternama biasanya selalu menjadi agen penjual sukuk ritel.

Setelah mengisi formulir di bank, Anda dapat menyetor dana investasi dan menyerahkan bukti setor ke pihak bank. Setelah itu, Anda sebagai investor tinggal menunggu penjatahan sukuk ritel yang dibeli.

Sejak diluncurkan, sukuk ritel disambut masyarakat sebagai wadah menarik untuk berinvestasi. Tercatat sekitar 14.295 investor berpartisipasi dalam SR-001 dan meningkat menjadi 29.838 investor SR-009 dengan rekor 48.444 investor tercatat berinvestasi dalam SR-008.

Sukuk ritel dapat menjadi pilihan semua masyarakat Indonesia untuk berinvestasi yang aman, halal serta bermanfaat nyata bagi kelangsungan pembangunan bangsa Indonesia.

Selamat berinvestasi.

 

TRIPONYU, Start up Pariwisata Solo yang Raih Penghargaan Dunia

Start up (usaha rintisan) yang baik harus mampu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan banyak orang. Rumusan mendasar ini juga terlihat dari ide pendirian Triponyu, sebuah start up asal kota Solo yang mempertemukan calon pelancong dengan pemandu wisata lokal. Hasilnya, semakin banyak masyarakat Solo yang bisa menikmati rejeki dari pariwisata lokal. [Read more…]

Tak Disangka, 6 Produk atau Jasa ini Bisa Dibeli dengan Bitcoin

Berita Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sepanjang 2017 memang cukup mengesankan. Mata uang digital bitcoin sempat meroket dari nilai $1.000 menjadi lebih $10.000 dalam waktu kurang dari setahun, lalu anjlok lagi di akhir tahun.  Tentu saja bagi kebanyakan orang, hal ini sangat mencengangkan. Tak heran bitcon pun tetap populer. [Read more…]

Harga Bitcoin Merosot Ke Titik Terendah Sejak November 2017

Euforia para penjaja dan investor Bitcoin sepertinya tidak berlangsung lama. Sejumlah negara dengan tegas melarang penggunaan cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple dan sebagainya untuk bertransaksi. China dan Korea dengan tegas melarang keberadaan perusahaan penukaran Bitcoin dan semacamnya. Sejumlah pihak mempermasalahkan trasnsparansi mata uang ini, dan yang lain mengidentikkan dengan money game ponzi. Nilai uang digital pun berguguran. [Read more…]

Strategi Berinvestasi Emas 2018

Para penggemar investasi emas boleh jadi berbahagia mengingat emas menjadi salah satu investasi terbaik di tahun 2017. Harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk atau yang biasa disebut sebagai emas batangan Antam naik signifikan mencapai 25,75 persen. [Read more…]

5 Alasan Utama, Mengapa Pegawai Harus Berinvestasi

PNS atau karyawan sebetulnya bisa menjadi kelas masyarakat yang sejahtera. Sebabnya, kelompok ini memiliki kepastian memperoleh pendapatan tetap setiap bulan. Namun kenyataannya, banyak pegawai yang bekerja puluhan tahun, tetapi hidup pas-pasan, dan dikala pensiun masih harus mencari pekerjaan. Nah, untuk menyiapkan kehidupan sejahtera, suka atau tidak suka, pegawai harus berinvestasi. Ada beberapa alasan untuk itu. [Read more…]

Saham itu Mudah, dan Penting Buat Masa Depanmu

Mendengar kata saham, bisa jadi yang terbayang adalah ribet, modal besar, spekulasi, judi, investasi berbahaya dan sebagainya. Salah dua dari anggapan ini bisa jadi mendominasi pikiran masyarakat Indonesia, sehingga jumlah investor saham sampai saat ini masih sangat sedikit. Akibatnya, dari total Rp7000-an triliun saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, lebih 60% dikuasai investor asing, dan sisanya oleh investor lokal. [Read more…]

SiPatuh, Cara Cerdas Ibadah Umroh dan Haji Tanpa Takut Ketipu

Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama

Kasus penipuan yang menimpa jemaah haji dan umroh Indonesia sangatlah marak. Umumnya pelaku kejahatan gencar menawarkan gencar pelaksanaan ibadah umroh/haji dengan biaya murah, tetapi dalam pelaksanaannya banyak jemaah yang tertipu. Mulai dari diberangkatkan dengan layanan seadanya, terlantar di negara lain, atau bahkan jemaah tidak diberangkatkan. [Read more…]

Saham Berkinerja Terbaik dan Terburuk 2017

Secara keseluruhan rata-rata kenaikan nilai saham para investor di bursa Indonesia selama tahun 2017 adalah 20%. Hal ini tercermin dari kenaikan IHSG yang cemerlang dari posisi 5290 pada 3 Januari 2017 ke 6355 pada 30 Desember 2017. Namun demikian, ada sejumlah saham yang mencatat kenaikan sangat tinggi dan ada juga yang terpuruk cukup tajam di tahun ini. [Read more…]