Lagi Menjual Rumah atau Mobil? Awas Tertipu!

rumah_mobil_dijual_penipuanAnda yang pernah menjual mobil atau rumah, apalagi kalau sampai memasang iklan di media atau plang di properti yang akan dijual, kemungkinan besar pernah mengalami modus ini. Sejumlah orang telah tertipu, namun kami berharap pembaca cerdas Howmoneyindonesia.com tidak pernah mengalaminya.

Sebut saja Indarti, 47, seorang ibu rumah tangga yang berniat menjual rumahnya karena butuh biaya kuliah kedua puteranya. Suaminya, pak Rando -50, juga sudah setuju. Supaya cepat laku, mereka pun rajin berpromosi termasuk memasang iklan baris di koran lokal.

Tidak berapa lama, sejumlah penelpon menghubungi mereka. Ada juga beberapa sms yang masuk di handphone Indarti. Salah satu sms tersebut berbunyi: “Kami tertarik dengan rumah yang ibu jual. Mohon hubungi suami saya Dr. Jonindar di nomor 08xxx3567xx.”

Setelah suaminya pulang, bu Indarti pun menghubungi pak Jonindar di nomor yang diberikan.

Suara pak Jonindar sangat simpatik menanyakan harga. Kedengarannya pun cukup santun dan meyakinkan. Proses tawar menawar pun terjadi sampai tercapai harga yang disepakati. Karena masih berada di luar kota, Pak Jonindar berjanji akan segera membayar uang tanda jadi supaya rumah tersebut tidak ditawarkan ke calon pembeli lainnya. Tidak lupa, bu Indarti memberikan nomor rekening suaminya sebagai tempat pak Jonindar akan mengirim uang tersebut. Bu Indarti dan suaminya sangat bersyukur atas proses penjualan rumah yang ternyata bisa cepat mendapat pembeli.

Keeseokan harinya, pak Jonindar menelpon bahwa ia telah mentransfer uang senilai Rp20 juta sebagai tanda jadi. Ia berjanji untuk segera datang menemui bu Indarti dan pak Rando supaya proses penjualan dan urusan surat-surat dapat diselesaikan.

Di akhir pembicaraan, pak Jonindar mengingatkan supaya suami bu Indarti segera mengecek ke atm, apakah uang yang dikirimnya sudah masuk atau belum.

“Oh iya ya, kita harus memastikan ke atm,” kata pak Rando. Ia pun bergegas ke mesin atm yang berlokasi di sebuah minimarket, tidak jauh dari rumahnya.

Sesampainya di atm, ia segera mengecek saldo. Ternyata, saldonya tidaklah berubah. Posisi mutasi pun tidak menunjukkan adanya transfer uang masuk.

Masih di atm, pak Rando lalu menghubungi pak Jonindar. Pak Jonindar bersikeras bahwa ia sudah mengirim uang. Pak Jonindar pun sedikit bernada tinggi mengatakan bahwa jangan sampai pak Rando ingin menipunya.

Tentu saja pak Rando tidak terima. Pak Jonindar lalu memintanya mengecek lagi saldo di atm. Setelah memasukkan pin, pak Rando mengikuti instruksi pak Jonindar di telepon. Ia memencet tombol-tombol sesuai arahan pak Jonindar, sampai selesai.

Tidak berapa lama, telepon terputus tiba-tiba. Pak Rando mencoba menghubungi kembali tetapi tidak ada nada sambung. Dalam hitungan detik, pak Rando tersadar bahwa ia telah menjadi korban penipuan. Ia telah digiring ke atm, dan tanpa sadar mengikuti petunjuk si penipu yang mengaku sebagai Jonindar. Diluar kesadarannya, Pak Rando tadi ternyata menekan tombol-tombol yang akhirnya mentransfer sejumlah besar uang dari rekeningnya sendiri ke rekening sesorang.

Pak Jonidar segera menghubungi call center bank-nya. Petugas call center membenarkan bahwa telah ada transfer keluar dari rekening pak Rando ke rekening seseorang, tetapi bukan atas nama Jonidar. Pak Rando hanya bisa menyesali nasib atas keteledorannya.

Modus tipuan yang sama juga sering terjadi pada banyak korban saat menjual mobil atau tanah mereka.

Tips Menghindari Tipuan ini:

  • Aturan nomor 1: Ketahui dan ingat nomor call center bank Anda untuk dihubungi bila ada masalah dengan atm, kartu kredit, atau rekening bank Anda.
  • Jangan percaya jika Anda menerima sms atau telepon lalu diminta menghubungi orang lain. Biasanya mereka adalah sindikat.
  • Jangan mau diminta untuk pergi mengecek saldo ke atm. Logikanya, sangat jarang ada orang mau mentransfer uang dalam jumlah besar tanpa melihat rumah/mobil/tanah yang dijual, apapun alasannya.
  • Jangan menerima telepon dari orang tidak dikenal saat berada di depan mesin atm. Selalu waspada dengan sekeliling Anda selama berada di atm.
  • Pastikan Anda menggunakan juga fasilitas sms banking. Hal ini akan sangat memudahkan Anda mengetahui melalui sms bila ada uang yang masuk atau keluar dari rekening Anda. Jadi jika seseorang mengaku telah mentransfer uang, tetapi tidak ada sms pemberitahuan ke hp Anda, pastilah ia menipu Anda. Anda pun tidak perlu repot mengeceknya ke atm. Segera hubungi bank Anda untuk memasang fitur sms banking di hp Anda.

Selamat berjualan properti/kendaraan tanpa takut tertipu.

Artikel Terkait Lainnya:

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: