Bulan Puasa Tapi kok Malah Boros?

ramadhan-bulan-puasaMenjalankan ibadah puasa bisa jadi berarti pembengkakan biaya hidup bagi sebagian besar keluarga. Padahal sejatinya belanja dapur dan biaya hidup bisa menurun selama bulan ramadhan. Bila pemborosan juga terjadi di keluarga Anda, jangan kuatir. Ada beberapa hal berikut yang bisa diikutkan dalam program perencanaan keuangan Anda agar ibadah ramadhan Anda tetap lancar tanpa kuatir isi kantong menipis menjelang Idul Fitri.

1. Tidak Harus Mahal.

Makanan sahur biasanya tidaklah seheboh menu buka puasa. Mempersiapkan menu buka puasa tidaklah harus selalu spesial. Makanan ringan pembuka juga tidak mesti yang mahal. Selain itu, buatlah jadwal yang memungkinkan Anda berhemat. Misalnya dua hari dalam seminggu tidak menggunakan minyak goreng (harganya sudah mulai naik bukan?). Atau tentukan hari dimana daging dan ikan ditiadakan. Soalnya kedua menu ini selain cukup membebani kantong, juga berpotensi mendatangkan penyakit seperti kolesterol dan darah tinggi. Gantilah dengan sayuran dan tempe misalnya. Dengan tips ini, Anda bisa lebih menjalankan ibadah dengan pengeluaran terukur dan memperoleh badan yang lebih sehat.

2. Beramal pada Orang yang Tepat

Anda terbiasa berbelanja di supermarket? Dapat dipastikan bahwa belanja dapur Anda cukup aduhai. Nah, bulan ramadhan merupakan saat yang tepat untuk beramal. Kunjungi dan berbelanjalah di pasar tradisional di sekitar rumah Anda. Ada banyak manfaat yang akan Anda peroleh. Anda akan berkesempatan bersilaturahmi dengan para penjual di pasar dan masyarakat lingkungan Anda. Selain itu dapat dipastikan Anda akan memperoleh harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga swalayan. Dapatnya lebih banyak tanpa menguras kantong dalam-dalam. Selain itu, berbelanja di pasar tradisional berarti Anda telah beramal dan ikut mendukung kehidupan para petani dan pedagang lokal beserta keluarganya. Manfaatnya banyak yah… (Baca juga: Tips Menghemat Belanja Dapur)

3. Green at Home

Di ujung tahun biasanya orang punya niat-niat khusus atau intensi yang ingin diwujudkan. Bulan ramadhan juga saat yang tepat untuk mengucap suatu niat. Salah satu niat yang baik dan terkait langsung dengan kantong dan belanja dapur adalah: mulailah menanam. Berkebun di rumah merupakan tradisi yang baik dengan banyak manfaat pula. Anda bisa mendapatkan sayuran atau buah yang Anda ketahui benar kesegaran dan kebersihannya, gratis pula. Berkebun selain menyehatkan karena mengandung manfaat rekreasi, juga dapat menjadi ajang pembelajaran bagi anak tentang kehidupan dan lingkungan hidup. Jika lahan terbatas, gunakanlah pot atau kebun vertikal (pot gantung) di dinding. Memetik sayuran dari halaman sendiri, itu sesuatu banget lho.

gardening-berkebun-rumahan

Lahan sekecil apapun bisa menghasilkan sesuatu. Yuk, mulai menanam…

4. Hindari Dosa, Perbanyak Amal

Salah satu niat yang baik di bulan ramadhan adalah mengurangi hiburan yang tidak sehat. Banyak pengamat yang prihatin dengan tayangan-tayangan televisi kita belakangan ini yang memuat konten-konten yang sebetulnya tidak mendidik. Mulai dari penggunaan bahasa yang tidak sopan di kalangan artis anak-anak, perilaku kasar dalam komedi, acara gosip yang tak penting banget, saling mencerca di diskusi politik, sampai darah dan kekerasan dalam tayangan berita.

Berita baiknya, Anda bisa hidup lebih hemat dan tak perlu menambah dosa dengan cara mematikan tv Anda sekarang. Tentukan waktu-waktu untuk menonton tv dan pilihlah acara yang benar-benar bermanfaat bagi Anda sekeluarga. Lagipula, tahukah Anda bahwa menonton tv tak lebih dari sejam sehari merupakan kebiasaan umum para milarder dunia? Jangan-jangan tv memang merupakan penghambat keberhasilan. Mengurangi menonton tv berarti hemat listrik, menghindari peluang menambah dosa, serta tersedianya waktu luang untuk memaknai ibadah dengan lebih banyak amal, silaturahmi, atau belajar hal-hal baru seperti mengenal program investasi. Cobalah…

5. Haruskah Baru?

Membeli baju dan sepatu baru menjelang Idul Fitri sudah merupakan tradisi banyak keluarga. Bagi keluarga lainnya, ini bisa juga berarti waktunya mengecat rumah dengan warna baru, memesan furniture baru, beli mobil baru dan seterusnya. Kondisi ini pun dimanfaatkan pelaku pasar seperti pusat-pusat perbelanjaan untuk menjajakan sebanyak mungkin barang nan menggoda.

Tetapi apa iya harus selalu baru? Bagaimana jika momen ramadhan dan Idul Fitri dijadikan kesempatan yang baik untuk mengajarkan nilai-nilai hidup bagi anak-anak Anda, antara lain dengan menghindari mengkonotasikan hari raya sebagai saat untuk membeli baju baru dan semua yang baru. Di bulan ini bongkarlah lemari Anda dan sisihkan pakaian-pakaian layak pakai yang selama ini memenuhi lemari Anda. Kemudian ajak keluarga termasuk anak-anak membawa pakaian-pakaian tersebut ke panti asuhan atau daerah-daerah kawasan kumuh.

Artikel terkait: Kenali Tipe-tipe si Tukang Belanja

Supaya lebih ramai dan berdampak luas, Anda bisa menjalankan kegiatan ini bersama kerabat, tetangga, atau rekan-rekan kerja. Selain menjalankan ibadah penuh amal, bisa jadi anak-anak Anda akan berpikir ulang tentang keinginan membeli sesuatu yang baru di tahun ini, dan kemungkinan tahun-tahun berikutnya. Andapun secara tidak langsung telah mencegah bertambahnya sampah lingkungan

Segudang tips untuk lebih hemat, lebih sehat, dan ibadah lebih mantap di bulan ramadhan ini pastinya Anda miliki. Mari membagi kebaikan dengan men-share tulisan ini buat keluarga dan teman-teman kita.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Iklan

Comments

  1. bulan puasa bulan suci, selain itu, bulan puasa dapat meningkatkan ekonomi masyarakat miskin, dan meningkatkan taraf hidup pengusaha kecil, hehe

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: