Kenali Tipe-tipe Si Tukang Belanja

tipe-belanjaSama dengan kepribadian, gaya belanja Anda juga bisa menjelaskan mengapa posisi keuangan Anda seperti saat ini. Di bawah ini ada 4 tipe tukang belanja, menurut Paula Pant dalam Dailyfinance, yang bisa mengakibatkan masalah keuangan bagi. Tipe mana yang mana yang pas untuk Anda?

Tes Kepribadian Tukang Belanja

Shop Till You Drop (Belanja Sepuasnya): Anda sudah menganggap berbelanja sebagai seni, bentuk olahraga ataupun sebagai hobby. Kaki Anda selalu melangkah ke mall tak peduli Anda ingin membeli sesuatu atau tidak. Pokoknya jangan sampai pulang ke rumah dengan tangan kosong. Godaan untuk berburu barang selalu menghantui Anda meski sudah ada di rumah sekalipun.
Impulse Buyer (pembeli Dadakan): Anda sebetulnya tidak berencana membeli sesuatu. Semuanya terjadi begitu saja, begitu Anda melihat barang tersebut. Anda tidak tahan melihat tawaran “untuk waktu terbatas.” Anda sangat terobsesi akan barang “must have” sampai Anda mendapatkannya, tapi kemudian Anda bertanya, apa sih bagusnya barang tersebut? Anda akhirnya sadar dan menyesal atas belanja dadakan itu. Dan di akhir bulan Anda masih juga bingung kemana saja uang dibelanjakan.

Extreme Cheapskate (Super Pelit): Untuk menghemat,selalu memburu barang yang lagi diskon. Di kasir Anda rutin menscan struk belanjaan untuk melihat berapa banyak yang bisa dihemat. Logo “sale” seakan membuat jantung Anda berlari. Saat seseorang memuji sepatu baru Anda, komentar Anda adalah, “Terima kasih. Manis banget bukan? Tapi saya belinya pas lagi diskon, lho.” Bagi Anda, terkadang harga yang Anda bayarkan lebih penting dari barang itu sendiri.

Convenience Buyer (Tukang Belanja yang Tenang): Seringkali Anda berpikir tak masalah untuk membayar sedikit lebih untuk membuat hidup lebih nyaman. Anda lalu sering makan di luar karena ingin memberi sesuatu yang lebih ke diri sendiri. Anda lebih memilih rutin singgah ke kedai langganan untuk membeli coffee latte kesukaan ketimbang membuatnya sendiri di rumah. Bila Anda kehabisan sesuatu, Anda selalu berlaru ke toko di pojokan untuk membelinya. Memeriksa katalog diskon dari toko sama sekali tidak menarik perhatian Anda. Bagi Anda semua itu tidak perlu, yang penting hidup nyaman.

Maksimalkan Tipe Belanja untuk Keuangan Anda

Semua perilaku di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mari kita lihat bagaimana Anda memaksimalkannya untuk mengatur keuangan Anda.

Shop Till You Drop (Belanja Sepuasnya): Memanfaatkan belanja sebagai terapi jelas akan menghabiskan uang Anda dan mengakibatkan tumpukan tagihan kartu kredit. Gunakanlah hobby untuk mengisi waktu dan menyalurkan emosi Anda. Berlatih ringan dapat menjadi cara yang baik untuk menghilangkan stress, bergabung ke klub olahraga setempat dapat menggantikan semangat kompetisi Anda untuk selalu mengejar tawaran produk baru. Jika belanja telah menjadi suatu seni bagi Anda, maka saat berbelanja dengan tujuan tertentu, misalnya mencari kado ultah buat ponakan, maka keluarkanlah keahlian Anda. Yang penting Anda tidak berbelanja tanpa tujuan.

Impulse Buyer (pembeli Dadakan): Anda sangat-sangat antusias. Saat melihat sesuatu, Anda langsung jatuh cinta. Akan tetapi kesenangan Anda juga cepat lenyap. Karenanya, belajarlah untuk menahan diri, luangkan waktu untuk mengevaluasi barang tersebut secara obyektif. Tanyakan, apakah Anda betul-betul membutuhkan barang itu sekarang. Jangan-jangan Anda bisa memperolehnya di tempat lain dengan harga lebih murah. Coba tunda untuk tidak membelinya dalam jangka waktu sebulan. Jika setelahnya Anda masih merasa membutuhkannya, maka pertimbangkanlah untuk membelinya. Dengan menerapkan metode ini, Anda akan terkejut betapa banyak barang yang tidak perlu Anda beli.

Extreme Cheapskate (Super Pelit): Berlawanan dengan niat hemat Anda, berburu barang diskon bisa membuat Anda berbelanja lebih banyak dari yang Anda perlukan. Jika Anda pernah menumpuk sutatu barang karena pas lagi diskon besar-besaran, lalu kemudian menyadari bahwa Anda tidak menyukai atau membutuhkan barang tersebut, maka Anda tentu paham apa yang dimaksud di atas. Mulailah dengan memperhatikan info diskon dari toko-toko, dan jangan asal ambil barang hanya karena lagi sale. Pastikan Anda memerlukan barang tersebut dan harga diskon yang disajikan tidaklah menyesatkan.

Convenience Buyer (Tukang Belanja yang Tenang): Satu-satunya jalan untuk mengatasi kemalasan mengurus keuangan adalah, meluangkan sedikit waktu. Pikirkan akibat dari sikap Anda yang menggampangkan mengeluarkan duit. Membuat rencana pengeluaran dan mengevaluasi belanja akan membuat Anda menyadari berapa banyak yang Anda boroskan akibat bersikap sembrono dalam berbelanja. Hilangkan kebiasaan membeli kopi di jalanan. Sisihkan waktu 10 menit untuk membuatnya di rumah dan Anda akan melihat manfaatnya bagi isi dompet. Hindarilah sikap belanja seenaknya.

Artikel Terkait Lainnya:

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: