Pulang dari Luar Negeri, Ini yang Boleh Dibawa ke Indonesia

Musim liburan tiba, dan godaan berbelanja di luar negeri bisa jadi sangat membara. Namun be smart, karena ternyata tidak semua barang boleh dibawa ke Indonesia. Sebagian dilarang karena sifatnya, sebagian mesti dikenakan pajak, yang bisa membuat bokek bila tidak diantisipasi dengan baik. Nah, apa saja sih aturan soal barang yang boleh tidak boleh dibawa ke Indonesia?

Menurut peraturan Menteri Keuangan no. 89 tahun 2007, penumpang pesawat/kapal yang tiba kembali ke Indonesia diberi pembebasan dari kewajiban membayar cukai dan pajak atas barang bawaannya. Namun besarnya ada batasnya yaitu untuk total nilai barang sebesar USD250, per orang atau USD1000 per keluarga. Jadi bila seeorang kembali ke Indonesia dan ia membawa barang pribadi senilai USD400, maka kelebihannya sebesar USD150 akan dikenakan bea masuk dan pajak yang dihitung sesuai dengan peraturan Kepabeanan.

Pembayaran bea masuk, pajak, dan/atau cukai dilakukan di loket Bea Cukai yang tersedia di bandara atau pelabuhan internasional, bisa dengan tunai ataupun kartu debit/credit dan langsung masuk ke kas negara.

Kenali Barang Dibatasi dan Dilarang

Selain soal harga, Bea Cukai juga mengemban berbagai peraturan titipan dari berbagai instansi untuk ditegakkan di area lintasan internasional seperti bandara, pelabuhan, ataupun perbatasan. Berdasarkan kebijakan dan pertimbangan tertentu, instansi-instansi tersebut melarang dan/atau mensyaratkan perlunya izin sebelum membawa barang tertentu ke Indonesia.

Misalnya saja, membawa handphone perlu izin dari Kementerian Kominfo, membawa obat-obatan dalam jumlah tertentu harus seizin Kemenkes atau Badan POM, membawa airsoft gun mesti dapat izin dari Polri, dan lain-lain. Terkait handphone, sepertinya diberikan kebijakan membawa maksimum 2 buah dengan membayar bea masuk dan pajak, bila ada. Kelebihan dari ketentuan jumlah akan disita, dan bila dikirim melalui perusahaan ekspedisi akan direekspor ke pengirimnya di luar negeri.

Jadi bisa saja ada barang yang harganya mungkin hanya USD100 tetapi ditahan karena memang dilarang sesuai dengan peraturan instansi tertentu, bukan aturan Bea Cukai lho.

Barang-barang lainnya yang dibatasi antara lain rokok dan cerutu dan tembakau iris. Setiap penumpang hanya boleh membawa maksimum 200 batang rokok, 25 batang cerutu dan 25 gr tembakau iris. Minuman beralkohol dibatasi maksimum hanya 1 liter. Setiap kelebihan atas barang-barang ini, biasanya langsung dimusnahkan di tempat.

Nah, khusus narkoba dan material mengandung pornografi, tanpa basa basi akan langsung disita, dan pemiliknya bakal berurusan dengan pihak berwajib.

Baca juga: Aturan Terkait Membawa Uang Tunai dari/ke Luar Negeri

Dibongkar itu Biasa

Dalam pekerjaannya mengawasi barang yang dilarang dan/atau dibatasi petugas Bea Cukai -sama seperti Bea Cukai negara lain- seringkali harus memeriksa barang bawaan penumpang secara mendalam, namun tidak semua. Berhubung keterbatasan waktu, biasanya petugas memeriksa penumpang secara selektif saja.

Supaya tidak terlalu repot bila memang harus diperiksa, sebaiknya bawalah barang secukupnya dan bisa Anda angkat sendiri. Lagipula berbelanja di luar negeri semakin tidak populer karena sebetulnya barang-barang tersebut banyak yang diproduksi dan dirakit di China, Bangladesh, Vietnam, dan Indonesia. Bila memang barang mewah, pertimbangkan untuk membelinya di Indonesia karena sejak penghapusan dan penurunan pajak barang mewah untuk sejumlah produk, perbedaan harga-harga tidak terlalu menyolok lagi. (Baca: Daftar Barang yang Dikenai Pajak Barang Mewah).

Nah, saat akan diperiksa di Bea Cukai dimanapun sangat disarankan untuk bersikap kooperatif selama barang bawaan diperiksa. Sifat marah-marah atau penolakan yang berlebihan bisa jadi membuat petugas makin curiga bahwa ada sesuatu yang ingin disembunyikan. Akibatnya pemeriksaan bisa lebih lama dan bahkan berlanjut ke pemeriksaan badan di tempat atau di RS, sampai petugas yakin bahwa tidak ada yang perlu dicurigai. Bisa juga penjahat sebenarnya menjadi tidak terdeteksi hanya karena perhatian petugas teralihkan. Karenanya di sejumlah negara, bersikap tidak sopan pada saat pemeriksaan barang bisa mengakibatkan passport ditahan petugas. Karena memang bisa mengakibatkan bencana yang lebih besar bagi negara.

Tentang Coretan Kapur di Kopor

Di sejumlah bandara, petugas Bea Cukai di bagian belakang bandara (air side) biasanya menandai barang penumpang dengan coretan kapur, sebagai tanda agar koper atau bungkusan tersebut diperiksa lebih lanjut. Pada saat penumpang mengambil barangnya, petugas Bea Cukai di bagian depanlah yang akan menentukan apakah akan memeriksa lagi atau tidak.

Satu yang pasti, para penyelundup dan penjahat akan bergegas ke toilet atau menyiapkan tissue atau sapu tangan basah untuk menghapus coretan tersebut. Jika aktivitas ilegal ini terlihat, biasanya mereka ditarget petugas untuk diperiksa lebih mendalam. Bahkan bisa jadi dibawa ke RS untuk di-rontgen isi perutnya. Jadi bila Anda tidak menyelundupkan atau menyembunyikan sesuatu, sebaiknya jangan ikut-ikutan bersikap seperti seorang penjahat.

Sekali lagi, sikap kooperatif akan mempercepat proses pemeriksaan dan membantu petugas memiliki waktu lebih memadai mentarget penjahat sebenarnya di dalam antrian Anda. Bersikap baik bisa membuat Anda menjadi pahlawan bagi banyak orang.

Informasi lebih lanjut terkait hal ini dapat dibaca juga di website Bea Cukai, atau menghubungi call center: 1500 225.

(Pict credit: Thinknowresearch.com)

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: