Iklan

Perkenalan Online yang Membawa Petaka

Penipuan_Facebook_scamPenipuan facebook kembali menimpa seorang ibu rumah tangga yang mengakibatkan ia kehilangan uang sampai Rp660 juta. Korban, sebut saja Rina, mengenal pelaku melalui kotak pesan (message) di facebook. Pelaku berinisial yang aslinya adalah warga hitam Afrika  asal Mali menggunakan profile bule berkulit putih di akun facebooknya untuk menjerat korban.

Baca trik ini di: Tipuan Facebook si Bule.

Rita yang baru saja kehilangan suami merasa mendapat teman untuk ngobrol walau hanya di dunia maya. Pelaku dengan lihai dan simpatik berkomunikasi makn intens dengan Rina. Suatu hari pelaku  memberitahu Rina bahwa ia mengirimkan sejumlah pakaian dari luar negeri sebagai bentuk persahabatan dan tanda belasungkawa.

Sebagaimana diulas Kompas, beberapa hari kemudian, si bule melaporkan bahwa paket Rina sudah sampai tetapi tertahan oleh Bea Cukai di bandara. Agar paket tersebut bisa diambil, Rina harus membayar pajak bea masuk dan biaya-biaya lainnya sebesar Rp60 juta. Percaya akan ketulusan si bule di luar sana, Rina pun menyanggupi informasi yang dsampaikan OU. Rina mentransfer Rp60 juta ke rekening “petugas.”

Pahami modus ini di artikel: Tipuan Pengiriman Barang dari Luar Negeri.

Tidak lama kemudian pelaku yang berinisial OU ini muncul di kediaman Rina. Kali ini ia menyamar sebagai orang suruhan si bule yang telah mengirimkan paket untuk Rina. Sejatinya pelaku alias si bule alias OU ini berdagang pakaian di Tanah Abang. Akan tetapi, bisa saja ini pun hanya modus dari jaringan Afrika yang sering beraksi melancarkan tipuan Nigeria di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Rina sama sekali tidak tahu bahwa si bule yang sering berkomunikasi dengannya adalah seorang Afrika yang kini berada di hadapannya, akan melancarkan tipuan berikutnya.

OU memperlihatkan sebuah kotak berisi lembaran-lembaran hitam yang katanya bisa dirubah menjadi dollar asli. Tidak tanggung-tanggung, lembaran hitam tersebut bisa menjadi dollar senilai Rp150 milliar. Caranya adalah dengan merendamnya dalam cairan tertentu. Tidak lupa OU mempraktekkannya dengan mengambil dua lembaran hitam, lalu merendamnya. Sesaat kemudian, lembaran tersebut “berubah” menjadi dollar asli.

Sayangnya, menurut OU, cairan tersebut sangat terbatas. Ia meminta Rina menyediakan Rp600 juta untuk membeli cairan tersebut. Angka Rp600 juta jelas jauh lebih kecil dibanding potensi Rp150 milliar dari lembaran-lembaran hitam di hadapannya. Rina pun setuju, lalu mengirim uang kepada pelaku.

Belakangan Rina baru menyadari bahwa ia tertipu. Lembaran-lembaran tersebut tidaklah bisa diubah menjadi dollar. Peragaan yang dilakukan OU di hadapannya hanyalah rekayasa. OU telah menyiapkan lembaran dollar asli untuk mendukung aksinya.

Ia kemudian menghubungi pihak kepolisian yang kemudian berhasil membekuk OU pada tanggal 5 Maret 2014. Apakah Rina berhasil memperoleh kembali uangnya? Berdasarkan kasus-kasus sebelumnya, besar kemungkinan jawabannya adalah: TIDAK. Akan tetapi dengan melaporkannya kepada pihak berwajib, setidaknya bisa mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya yang bisa saja adalah sahabat atau kerabat kita.

Artikel Terkait Lainnya:

 

Iklan

Comments

  1. Hati-hati buat yg lg kesulitan ekonomi/bangkrut. Tetangga sy seorang developer yg sedang terlilit hutang tergiur dg “Dollar Hitam” jg alias tertipu.Sudah jatuh tertimpa tangga….

  2. Well , tanpa mengurangi rasa hormat … bila memang cerita di atas adalah valid adanya, ibu Rina tersebut memang pantas tertipu karena bagitu bodohnya percaya dan dengan mudahnya terdorong untuk melakukan suatu hal yang illegal (entah karena ketidaktahuannya atau karena memang ketidakpeduliannya) bahwa kegiatan mencetak mata uang yang terdaftar adalah hak privilage atau sovereign right suatu negara tertentu dan dalam standar operasi yang diajukan oleh si penipu dan di-amini oleh si korban , dengan sendirinya ia telah setuju untuk melakukan tindakan menciptakan uang palsu (berhasil atau tidak , bukan persoalan .. gagal dia tertipu , berhasil dia berpotensi menjadi penipu selain juga pengedar uang palsu)

    • Saya sangat setuju, dan saat ini saya sedang mempelajari kasus, bahwa saya berkenalan dgn seseorang di fb berinisial RS meminta bantuan saya utk menerima uang sebesar 2.000. 000 USD yg menurutnya itu adalah hak dia dari suaminya yg berasal dr inggris. Rencananya uang tsb akan dia kirim melalui jasa pengiriman dan stlh paket uang saya terima dia akan keindoneaia utk mengambilnya krn rekening yg skr atas nama suami istri. Saya dijanjikan 10% u mengganti apabila ada biaya yg hrs dibayarkan. Mhn masukannya, apakah ini adlh salah satu modus penipuan jg

      • Tentu saja ini penipuan. Modusnya sama saja. Nantinya dia akan bilang bahwa sdh kirim uang tapi ditahan aparat (bea cukai, petugas bandara, aparat luar negeri…dll) karena belum bayar pajak atau biaya admin… lalu Anda diminta mentransfer uang untuk menalanginya… Waspada, ini penipuan.

      • Baik, terima kasih atas saran dan infonya.

  3. Saya juga pernah di ajak berkenalan dengan orang yang mengaku sebagai tentara US yang sedang bertugas di Afghanistan, dia menginbox saya melalui FB messenger dalam 3 minggu terakhir ini, tapi belum ada tanda tanda dia meminta uang pada saya, alasan dia inbox saya, Karena ingin Cari informasi untuk liburan di Indonesia. namanya Darlington everiss Dan mengatakan menyukai saya. Awalnya saya percaya, tapi semalam saya membaca tulisan tentang penipuan kenalan online membuat saya sadar Dan harus lebih berhati hati dalam mempercayai orang yang belum kota kenal, Mungkin bisa saja saya adalah korban berikutnya. Terimakasih untuk informasi berharga ini

  4. erik pranowo says:

    terima kasih saran dan infonya semoga bermanfaat

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: