Iklan

Siapa Bilang Rekening PNS Tidak Boleh Gendut?

PNS harus hidup miskin?

PNS harus hidup miskin?

Menjadi PNS masih menjadi pilihan dan idaman banyak orang. Daya tarik klasiknya adalah adanya kepastian penghasilan setiap bulan, serta jaminan pensiun. Sejak bergulirnya reformasi, gaji PNS juga mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Beberapa kementerian dan lembaga kini menerapkan renumerasi, istilah yang digunakan untuk tunjangan tambahan selain gaji pokok dan tunjangan yang telah ada sebelumnya. Kalangan guru pun menikmati tunjangan sertifikasi yang memadai.

Belakangan isu korupsi menerpa dan menjadi wacana politik yang meramaikan media. Rekening gendut PNS mulai dari petinggi Polri, DPR, pegawai Pajak, dan PNS lembaga pemerintah lainnya, marak diberitakan. Isu korupsi pun melekat pada makhluk berseragam bernama PNS. Jika penghasilan atau tabungannya tidak masuk akal dibanding gajinya, maka logika publik akan menuduh bahwa yang bersangkutan korupsi.

Dengan kata lain, PNS ditakdirkan untuk tidak menjadi kaya, tidak boleh memiliki tabungan yang besar. Malangnya, pejabat negara sekalipun masih salah kaprah dalam hal ini. Sebagaimana dikutip dari Detik, Sekretaris KemenPAN, Tasdik Kinanto beberapa waktu lalu menegaskan, “Jangan mimpi jadi PNS bisa kaya, harus siap menderita karena kita mengemban amanah rakyat.”

Apa iya mesti demikian?

PNS Seharusnya Kaya

Saatnya membuka pikiran, membongkar doktrin-doktrin salah yang ditanamkan bagi seorang pelayan masyarakat bernama PNS. PNS haruslah berdaya secara ekonomi untuk dapat memberikan sumbangsih maksimal kepada masyarakat.

Logikanya, PNS seharusnya menjadi sosok yang kaya dan terhormat dari segi penghasilan. Jaman ini, sudah selayaknya PNS menempati posisi kelas menengah ke atas dalam struktur masyarakat Indonesia. Ada banyak alasan untuk itu:

  • PNS memiliki penghasilan tetap. Jika dikelola dengan baik, dengan penghematan dan pola investasi yang benar, bukan tidak mungkin nilai asetnya akan berkembang pesat.
  • PNS merupakan kelompok masyarakat terdidik, bisa jadi mereka juga bahkan memiliki segudang prestasi akademik. Bahkan belakangan ini serangkaian test mesti dijalani sebelum diterima sebagai PNS. Sebagai orang pintar, PNS pastinya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi orang miskin dengan penghasilan pas-pasan selamanya sementara biaya hidup menanjak terus. Dengan pengetahuan dan wawasan yang diperluas, tidak tertutup kemungkinan PNS akan mendalami aneka peluang usaha bisnis dan investasi untuk meningkatkan income dan tabungan. Banyak PNS muda saat ini yang memiliki keahlian canggih dengan memanfaatkan perkembangan dunia IT dan memperoleh hasil sampingan yang bahkan melebihi gajinya sebagai PNS.
  • Umumnya PNS memiliki waktu luang lebih baik dibanding pegawai swasta. Dengan waktu luang yang cukup, PNS masih bisa menjalankan usaha sampingan seperti membuka warung, memulai usaha kos-kosan, membuka bimbingan belajar, jualan MLM dan asuransi,  berbinsis online, atau memainkan instrumen investasi.
  • Potensi mengembangkan jaringan. Sebagian PNS memiliki peluang untuk berinteraksi dengan klien baik individu maupun perusahaan swasta yang bisa saja membuka berbagai peluang kerjasama bisnis. Tentu saja hal ini rawan penyelewengan, tetapi bukan tidak mungkin pula dapat dijalankan secara bersih dan professional tanpa harus melanggar aturan apalagi melakukan tindakan koruptif,

Image sebagai pelayan (masyarakat) membuat PNS seolah harus hidup pas-pasan (bahasa halusnya: hidup sederhana). Dan memang selayaknya PNS menjadi pelayan masyarakat. Akan tetapi di luar jam kerja, PNS adalah warga masyarakat biasa yang memiliki kesempatan yang setara dengan warga negara lainnya.

Sebagai masyarakat biasa PNS tidak bisa menghindari kenaikan biaya pendidikan, biaya kesehatan dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Demikian juga PNS tidak boleh dibatasi dari keinginannya untuk memperbaiki ekonomi keluarga demi masa depan yan g lebih baik. PNS juga memiliki hak untuk bermimpi menyekolahkan anak ke sekolah terbaik, mendapatkan layanan terbaik kala sakit dan seterusnya. Itulah sebabnya, banyak PNS yang memiliki profesi atau usaha sampingan.

Karena itu betapa tidak adilnya jika PNS diposisikan sebagai warga negara yang harus siap miskin selamanya dan menikmati gaya hidup seadanya. Justru PNS memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membangun kewirausahaan dan menyebarkannya di dalam masyarakat. PNS dengan rekening gendut tidak serta merta merupakan pelaku korupsi. Bisa jadi mereka adalah panutan sebagai pribadi yang berjuang mensejahterakan keluarga sekaligus melayani masyarakat.

Link Terkait Lainnya:

Iklan
%d blogger menyukai ini: