5 Modus Penipuan Online Paling Populer

Online penipuanPara pengguna internet tentu sudah sering menjumpai berbagai modus penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Mulai dari menyebarkan virus, membuat situs palsu, atau juga jebakan lain yang terlihat menggiurkan.

Namun dari begitu banyaknya jenis penipuan, Microsoft melalui National Cyber Security Awareness Month (NCSAM) menyimpulkan bahwa ada 5 modus penipuan yang paling sering dilakukan.

Laporan tersebut dibuat berdasarkan hasil survei pengguna internet di beberapa negara. Tak disebutkan berapa jumlah korenponden yang mengikutinya, namun Microsoft mengklaim sudah cukup mewakili berbagai ancaman yang ada di internet.

Berikut adalah 5 modus penipuan yang paling sering dilakukan oleh para penjahat cyber, sebagaimana dilansir juga oleh Detik.net.

1. Tipuan Tawaran Bisnis Rumahan

Bosan jadi pegawai dan ingin punya bisnis sendiri? Hal itu bisa dimanfaatkan penipu untuk menjerat para calon korbannya. Di sini calon korban akan diiming-imingi salah satu cara untuk mencari uang dari rumah, pekerjaan yang ditawarkan biasanya tidak sulit namun (katanya) bisa menghasilkan begitu banya uang. Modusnya bisa beraneka rupa. Bisa berupa investasi online, iming-iming jual beli saham (atau emas), dan sebagainya.

Tapi awas, jangan langsung percaya. Sebab 38% koresponden Microsoft mengaku telah menemui penipuan sejenis ini.

Tipuan ini bisa menjerat dengan berbagai cara. Tawaran mereka biasanya sangat menarik, biaya murah, atau bahkan gratis. Saat Anda mendaftar dan memasukkan data, Anda sebetulnya sudah menyerahkan tabungan dan kartu kredit Anda kepada pihak penipu. Tetapi kebanyakan mereka bukanlah perusahaan bisnis atau investasi, melainkan arisan berantai atau skema pyramid (phonzi).

Contoh-contohnya bisa Anda lihat di artikel di bawah ini:

2. Selamat. Anda Menang Lotere.

Pengguna internet mungkin sudah tidak asing dengan modus penipuan ini, di sini calon korban akan dimingi-imingi uang benilai besar sebagai hadiah lotre. Ya, meski tak pernah merasa sudah mengikuti lotre, namun banyak sekali korban yang tertipu.

Namun alih-alih mendapatkan uang yang diinginkan, korban justru biasanya dimintai mengisi data diri pada form khusus. Arah penipuan ini jelas mengarah ke Phising atau juga penipuan perbankan dan kartu kredit.

Dalam kasus-kasus di Indonesia, banyak korban yang kemudian diminta mentransfer sejumlah uang ‘administrasi dan pajak’ agar hadiah tersebut dapat dikirimkan atau ditransfer ke mereka.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini pernah dialami 44% koresponden mereka.

3.AntiVirus Palsu.

Penyebaran antivirus palsu memang kian menjadi-jadi. Pelaku biasanya menakuti-nakuti korban dengan menyebutkan bahwa komputernya terinfeksi virus berbahaya, ia pun sok menjadi pahlawan dengan menawarkan bantuan pembersihan. Saat korban mengklik ‘Ok’ untuk mengizinkan ‘pembersihan’ tersebut sebetulnya ia sedang menginstal program atau virus yang justru bisa membantu para ‘hacker’ mencuri identitas pribadi si pemilik komputer.

Pelaku Phising ini kemudian dengan mudah mengontrol komputer tersebut dari jauh, bahkan bisa mencuri data perbankan dan kartu kredit si pemilik komputer.

Modus seperti ini memang sudah lama beredar, saking lamanya malah sudah ada pelaku yang berhasil dibekuk. Wanita ini pun diganjar dengan hingga denda Rp 1,5 Triliun.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 40% dari hasil survei yang dilakukan.

4.Email SPAM / Email Jebakan

Terkadang ada email yang mengaku-ngaku dari instansi atau perusahaan tertentu. Tapi awas bisa jadi itu adalah salah satu modus penipuan jika email tersebut mengandung link yang mengarahkan Anda ke situs tertentu. Bisa jadi awalnya mereka hanya meminta data pribadi berupa nama dan email. Seterusnya berbagai email seperti tawaran bisnis, lotere, hadiah, dan sebagainya akan membanjiri akun Anda.

Jika Anda tidak lekas waspada, arahnya juga bisa mengarah ke Phising atau juga penipuan perbankan dan kartu kredit.

Modus penipuan seperti itu ternyata pernah dialami 39% koresponden yang mengikuti survei Microsoft.

5. Pangeran atau Putri Palsu

Pernah menerima email dari seseorang yang mengaku sebagai pangeran atau putri dari negara tertentu? Atau ada juga yang mengaku anak pengusaha atau petinggi negeri yang sedang dilanda konflik. Mereka biasanya meminta pertolongan kepada korban, biasanya berbentuk donasi dengan mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan.

Jika Anda menemukan emails eperti ini di inbox Anda, hampir dipastikan bahwa itu adalah salah satu jenis penipuan yang paling populer saat ini. Penipuan jenis ini dikenal sebagai tipuan Nigeria.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 39% dari hasil survei yang dilakukan.

Kelima modus yang telah disebutkan itu memang adalah jenis penipuan yang paling populer, namun tak dipungkiri lagi jika di luar sana masih banyak jenis penipuan lainnya. Termasuk melalui jejaring sosial yang kian ramai.

Hasil survei tersebut juga menyebutkan bahwa hanya ada 12% dari total koresponden yang merasa sudah terlindungi dengan baik, sedangkan sisanya mengaku pernah terjebak dengan penipuan tersebut. Karena itu, waspadalah dan selalu gunakan logika jika menghadapi tawaran yang sekilas terlihat manis.

Artikel Terkait Lainnya:

Iklan

Comments

  1. Sudah satu tahun saya gabbung di http://www.dni.co.id tp yg saya lihat kok banyak yg gagal drpd yg berhasil, katanya membantu orang untuk berhasil tapi kok mayoritas pada gagal. Belum lg beban mental setelah ngajak orang gabung ternyata gk berhasil.Memang ada yg berhasil mengumpulkan uang, tapi banyak juga menelan kekecewaan.ini sistemnya yg salah ato orangnya yg gk bs menjalankan sisttem.mksh

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: