5 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Para Millenials

Jalan menuju kemandirian finansial bisa sangat sulit untuk dicapai banyak orang, terutama para millennials. Para pelaku dan ahli keuangan sepakat bahwa banyak dari millennials yang terperangkap dengan ilusi menunggu “waktu yang tepat” untuk memulai menabung dan merencanakan keuangan yang lebih baik. Padahal “waktu yang tepat” adalah secepat mungkin. Jika kita tidak memulai untuk menabung, maka kita perlu untuk mengidentifikasi kebiasaan buruk finansial kita dan segera memperbaikinya.

Selain itu, para millenials mesti memahami  setidaknya lima kesalahan terkait finansial terbesar yang berpotensi menghalangi sukses financial mereka:

1. Tidak Menabung untuk Dana Pensiun

Menunggu terlalu lama untuk memulai menabung dana pensiun adalah kesalahan besar yang akibatnya akan datang di masa depan.

Paling tidak, ada sepertiga millennials yang mengambil dana pensiun (BPJS Ketenagakerjaan, misalnya ) untuk membeli barang mahal, berlibur, atau kebutuhan personal.

Disarankan untuk menyisihkan 15% pendapatan setiap bulan ke dalam tabungan atau investasi pensiun.

Sayangnya, ada banyak millennials yang beralasan “tidak memiliki pendapatan yang cukup besar”. Jika itu kasusnya, maka kita perlu untuk mengatur ulang gaya hidup sehingga kita bisa beraktivitas sehari-hari dan mengeluarkan uang yang tidak terlalu banyak. Bahkan, menyisihkan uang sebesar 200 hingga 300 ribu rupiah sebulan akan sangat bisa memberikan perbedaan.

2. Tidak Proaktif Menjaga Kesehatan

Warren Buffet pernah berkata, “kita hanya memiliki satu otak dan satu tubuh selama hidup kita. Jika kita tidak menjaganya ketika kita muda, itu sama saja seperti meninggalkan mobil di tengah hujan badai dan membiarkan mobil berkarat.”

Dan tentu saja, menghilangkan karat di mobil tersebut akan sangat mahal.

Walaupun terdengar melelahkan, tapi menjaga kesehatan bisa membuat hidup kita lebih panjang, dan juga membuat biaya perawatan kesehatan kita di masa depan berkurang.

Mulailah dengan menjaga makanan dan mulai berolahraga teratur. Manfaatkan benefit kesehatan dari tempat kerja jika ada, dan selalu periksa tubuh secara berkala. Pemeriksaan tersebut bisa mengidentifikasi masalah lebih dini dan cara mengatasinya.

3. Tidak Memiliki Dana Darurat

Dana darurat ada dua bentuk: dana darurat kecil dan dana darurat besar. Dana darurat kecil berguna untuk diambil saat ada hal mendesak seperti toilet di rumah rusak, ada atap bocor, mobil perlu tambal ban, tiba-tiba harus beli obat dan lain-lain.

Sementara dana darurat besar akan dibutuhkan untuk kebutuhan major. Seperti kehilangan pekerjaan, cidera, atau sakit. Keduanya sangat penting untuk disisihkan.

Biasanya, dana darurat haruslah bisa membuat kita aman tanpa pemasukan dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan ke depan.

4. Kartu Kredit Menumpuk

Menggunakan kartu kredit secara sering tapi bertanggung jawab adalah cara paling mudah untuk membangun nilai kredit kita. Nilai kredit yang baik akan bisa menentukan apakah kita akan disetujui saat pengajuan pinjaman bank atau kredit KPR dan sebagainya.

Sayangnya, kebanyakan millennials yang justru kesulitan untuk membayar kartu kredit mereka..

Ada beberapa aturan dasar untuk kartu kredit yang harus diketahui: 1). Jangan bergantung pada kartu kredit untuk membayar kebutuhan sehari-hari, dan 2). Jangan menggunakannya untuk hal yang tidak kita butuhkan, 3). Gunakan kartu kredit bila kamu sebetulnya memiliki dana untuk melunasinya, 4). Selalu lunasi kartu kredit secepatnya sebelum bunga dan denda mencekik.

5. Menghindari Bekerja, Ingin Langsung Jadi CEO

Internet dan era keterbukaan informasi membuka peluang bagi semua oarng untuk sukses. Termasuk para millennial kini banyak melirik dunia bisnis dan merencanakan memiliki usaha rintisan sendiri. Dengan demikian, mereka secara otomatis menjadi pendiri (founder) atau pimpinan (CEO) dari start up mereka, dan tidak lagi melirik dunia kerja.

Memiliki bisnis sendiri tentu hal yang sangat positip. Selain bisa menjadi sumber modal awal usaha, dunia kerja juga memiliki hal positip yang tidak bisa disepelekan. Dengan bekerja, seseorang bisa belajar bekerjasama dengan berbagai tipe rekan kerja, atasan ataupun bawahan. Selain itu, dunia kerja juga memungkinkan kita memiliki teman-teman baru yang kelak bisa menjadi rekan bisnis.

Jadi, para millenials yang ingin memiliki bisnis, tidak ada salahnya mencoba magang atau bekerja beberapa waktu sebelum memulai merintis usahanya sendiri. Apalagi saat ini sangat mudah untuk merancang surat lamaran dan curriculum vitae (CV) yang eye-catching alias menarik, dan bisa langsung dikirim secara online ke puluhan bahkan ratusan perusahaan sekaligus.

Jika kamu butuh inspirasi desain CV untuk melamar pekerjaan impian kamu, coba langsung klik situs Canva yang menyediakan puluhan template CV menarik dan profesional yang bisa langsung diedit dan diunduh, gratis!

Siapkan kemerdekaan finansialmu sekarang….

(Canva)

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: