Mubazir, Demo Anti Asing Bila Tak Beli Selembar Saham Pun !

Logo_Yuk_Nabung_Saham_200Bila nilai Rupiah jeblok, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun naik, ekonomi melambat…dan seterusnya terkadang banyak suara-suara yang menyalahkan pihak asing yang terus mengambil untung atau berspekulasi di dalam gejolak ekonomi dunia. Anggapan ini bisa saja benar, karena ternyata rakyat Indonesia membiarkan harta karun negeri ini dikuasai dan dikeruk asing.  Salah satu indikatornya adalah jumlah investor di pasar modal Indonesia yang ternyata didominasi pihak asing sampai dengan 65%!

Artinya, 65% deviden dan potensi capital gain dari ratusan perusahaan yang listing di bursa efek Indonesia pasti melayang ke para pemilik saham di luar negeri. Rakyat kita banting tulang bekerja, tetapi begitu besar keuntungan yang justru dinikmati bangsa lain. Namun, sekali lagi, jangan buru-buru menyalahkan apalagi sampai anti asing. Sampai dengan bulan September 2015 lalu, jumlah investor perorangan di Indonesia baru 125.000 pemegang SID (Single Identification Number).

Fakta-fakta ini kembali mengemuka di tengah kampanye OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk mengajak masyarakat lebih mengenal dan memilih saham sebagai alternatif dalam berinvestasi. Selama ini, karena ketidakpahaman, investasi saham dianggap sebagai area milik orang kaya atau malah dianggap judi. Padahal dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mempermudah aturan dan tatacara berinvestasi saham serta mengembangkan aneka pilihan saham syariah. Termasuk memperkecil modal awal untuk berinvestasi saham, bisa sampai hanya ratusan ribu Rupiah saja.

Untuk lebih memasyarakatkan investasi saham, Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan kampanye investasi saham di Main Hall Galeri Bursa Efek Indonesia. Program kampanye yang dinamakan “Yuk Nabung Saham” ini mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala. Strategi ini dianggap tepat, mengingat dalam masyarakat Indonesia masih berakar budaya menabung (saving society).

“Menabung saham adalam menabung dan berinvestasi sekaligus. Memang edukasi seperti dilakukan seperti ini untuk mengajak orang berkontribusi di pasar saham kita,” kata Jusuf Kalla dalam sambutannya. Bagi JK, berinvestasi saham merupakan salahs atu cara untuk mengabdi bangsa dan berkontribusi langsung bagi pembangunan. Uang yang diinvestasikan masyarakat sebagai pemegang saham, dipergunakan oleh perusahaan untuk menjalankan usaha. Dengan demikian tercipta lapangan kerja, pendapatan masyarakat naik, kontribusi terhadap pajak meningkat…dan seterusnya.

Manfaat baliknya adalah timbulnya potensi keuntungan yang bisa dinikmati investor dalam bentuk deviden yang dibagikan pada periode tertentu serta capital gain bila nilai saham naik.

Lalu seberapa menguntungkan berinvestasi saham?

Potensi keuntungan berinvestasi saham memang tidak dapat dipastikan. Namanya juga investasi, hasilnya naik turun. Namun Direktur BEI Tito Sulistio memaparkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, rata-rata return IHSG adalah 24%. Hal ini jelas lebih tinggi dari bunga time deposit yang hanya sekitar 7,2%, atau bunga tabungan yang hanya disekitar 2-3% saja, masih dipotong pajak 20%. Bila beruntung, investor saham bahkan bisa saja mendapatkan return ratusan persen dalam setahun jika berinvestasi pada saham berkinerja tinggi.

Baca juga: Mengenal Investasi Saham

“Artinya kalau bisa berinvestasi rutin seperti orang menabung itu untungnya bisa berlipat-lipat. Nabung saham, menyimpan saham, dalam jangka panjang terbukti lebih menguntungkan,” terang Tito Sulistio disela acara tersebut.

Melihat potensi saham Indonesia, tidak heran bila para investor asing berlomba membeli saham perusahaan yang listing di BEI. Bila mereka sejahtera bukan berarti karena negerinya lebih makmur tetapi bisa jadi karena kita tidak mau mengambil potensi keuntungan dari negeri sendiri.

Demikian juga, bila Anda belum mau membeli barang selembar saham, jangan selalu kampanye atau update status anti asing. Yuk, nabung saham sekarang supaya kita sejahtera bersama.

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: