Iklan

Waspadai Modus Peredaran Uang Palsu!!

Uang-rupiah-palsu-indonesiaSejumlah pemilik warung, pedagang pasar, pemilik toko, petugas pompa bensin, sampai kasir tiket kereta api dan bank melaporkan temuan uang palsu. Bank Indonesia melaporkan bahwa di bulan Januari 2014 saja telah menemukan uang palsu yang beredar di masyarakat sebanyak 11.720 lembar. Peredaran uang palsu disekitar tahun pemilu memang mengkuatirkan dan dapat merembes ke masyarakat melalui aneka modus. Modus apa saja yang harus diwaspadai tersebut?

Politikus hitam yang sering melakukan serangan fajar, yaitu ajang bagi-bagi duit untuk menarik simpatisan, dapat menjadi salah satu penyubur transaksi uang palsu. Menilik laporan Kontan, pada pemilu tahun 2003 ditemukan setidaknya 24.656 lembar uang palsu. Lalu tahun 2004 ditemukan 42.498 lembar uang palsu serta 86.552 lembar di tahun 2008 dan 79.846 lembar pada tahun 2009. Waspadalah saat tawaran duit sampai ke rumah Anda. Selain mencederai demokrasi, praktik ini bisa membuat Anda menjadi korban peredaran uang palsu.

Meskipun demikian, ancaman uang palsu selalu ada, meski tanpa pemilu sekalipun. Karenanya masyarakat harus selalu waspada dan mengetahui modus-modus yang bisa digunakan para pelaku kejahatan ini.

Kenali dan Hindari Modusnya

Siapapun bisa saja menjadi korban peredaran uang palsu. Menurut Bank Indonesia, beberapa modus yang sering digunakan pelaku antara lain:

  • Modus penggandaan uang. Modus ini tidak hanya sering digunakan untuk tipuan Nigeria tetapi juga untuk mengedarkan uang palsu. Caranya adalah, pelaku menjanjikan bisa melipatgandakan uang. Korban diminta menyetor sejumlah uang lalu pelaku akan memberikan uang dalam jumlah yang jauh lebih besar. Uang yang diserahkan pelaku itulah yan gmerupakan uang palsu.
  • Pelaku bertransaksi seperti biasa, tetapi menggunakan uang palsu. Modus ini bisa menimpa siapa saja, terlebih mereka yang berbisnis jual beli mulai dari pemilik hotel dan restoran sampai penjual sayur. Pelaku biasanya memanfaatkan situasi sibuk sehigga korban tidak sempat memperhatikan dan memeriksa bahwa uang yang diterimanya adalah uang palsu.
  • Menyisipkan uang palsu diantara gepokan uang asli. Untuk menghindarinya, usahakan untuk memeriksa setiap lembar uang yang diperoleh untuk memastikan tidak ada uang palsu yang terselip di dalamnya.
  • Dalam banya kasus, pelaku juga sering meminta pihak lain dengan bayaran untuk mengedarkan uang palsu.

Baca juga: Dari Perkenalan Online, Peggandaan Uang yang Membawa Petaka

Tips Menghindari Transaksi Uang Palsu

Prinsip utama untuk menghindari masuknya uang palsu ke dalam dompet atau usaha Anda adalah selalu berhati-hati, baik saat bertransaksi ataupun saat menerima uang dari pihak lain termasuk uang kembalian sekalipun. Hal ini sangat perlu mengingat teknik pemalsuan uang semakin canggih dengan peralatan yang makin modern.

Karena itu, selalu lakukan prinsip 3D yaitu: Dilihat, Diraba, dan Diterawang untuk merasakan dan melihat tanda-tanda pengamanan yang telah dibenamkan pada setiap lembar uang. Tanda-tanda pengaman yang tersembunyi akan terlihat jelas saat diterawang ke arah lampu atau matahari. Penggunaan lampu ultraviolet (UV) sangat disarankan untuk mereka yang membuka usaha seperti warung, toko, apotik, rumah makan dan seterusnya.

Tips lainnya adalah dengan menghindari transaksi tunai atau cash. Untuk transaksi apapun, jika memungkinkan, sebaiknya pilihlah transaksi atau pembayaran melalui transfer bank. Dengan demikian Anda dipastikan akan terhindar dari pembayaran atau kiriman uang palsu karena setiap lembar uang telah diperiksa di bank sebelum sampai ke tangan Anda. Untuk itu, tentu Anda harus memiliki rekening tabungan di bank sebagai tempat menampung uang atau melakukan transaksi Anda.

Selain itu, mudah terbujuk saat ada pihak-pihak yang menawarkan transaksi yang menggiurkan seperti jual beli barang yang murah, ingin membayar lebih, atau melipatgandakan uang. Ingat selalu bahwa tawaran yang menggiurkan, biasanya juga menyimpan potensi bahaya; termasuk peredaran uang palsu.

 

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: