Cara Mudah Investasi Reksadana untuk Pemula

Reksadana, cara mudah dan murah berinvestasi.

Reksadana, cara mudah dan murah berinvestasi.

Ingin mulai berinvestasi reksadana tetapi tidak tahu caranya? Jangan kuatir. Anda tidak sendiri, sementara intsrumen investasi ini memang sedang naik daun. Selain sosialisasi yang gencar dari pemerintah terutama Otoritas Jasa Keuangan, reksadana memang merupakan salah satu produk investasi pasar modal yang paling mudah dilakukan dan berpotensi memberi keuntungan yang lumayan dalam jangka waktu panjang. Instrumen ini juga cocok bagi mereka yang ingin “bermain” saham tanpa harus rumit belajar ini itu.

Nah, saya sering kebagian pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana memulai berinvestasi reksadana. Sebetulnya sangat mudah karena informasinya cukup banyak tersedia di dunia online. Bisa langsung google: “cara investasi reksadana” lalu sejumlah rujukan akan muncul. Salah satu referensi yang baik untuk belajar reksadana tentu saja adalah Howmoneyindonesia.com. Tetapi tidak ada juga salahnya jika saya coba uraikan di sini langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja bila ingin memilih suatu produk reksadana. Maklum saat ini ada sekitar 700-an produk reksadana di Indonesia.

Lalu bagaimana memilih reksadana yang terbaik untuk pemula?

Oke…di poin ini saya harap Anda sudah menetapkan tujuan investasi, apakah untuk jangka pendek (1 atau 2 tahun), menengah (up to 5 tahun), atau jangka panjang (di atas 5 tahun). Misalnya kalau Anda ingin berinvestasi untuk biaya anak yang akan masuk kuliah 3 tahun lagi, maka itu termasuk investasi jangka menengah. Sementara bila ingin mengumpulkan dana untuk membeli rumah 7 tahun mendatang, maka tujuan Anda dapat disebut tujuan investasi jangka panjang.

Yang tidak kalah penting adalah kenali profil resiko Anda. Apakah Anda tipe orang yang terlalu hati-hati ataukah tipe pemberani mengambil resiko. Cara mengukurnya kurang lebih sederhananya begini: Jika nilai investasi turun Rp 50 ribu, lalu Anda langsung pusing tujuh keliling, update status lebay dll, maka Anda termasuk orang yang tak berani mengambil resiko. Akan tetapi bila nilai investasi turun Rp1 juta dan Anda bisa nyantai aja karena tahu bahwa investasi berpotensi naik lebih tinggi lagi, maka Anda termasuk orang yang berani mengambil resiko. Sikap optimis memang perlu dalam berinvestasi.

Lalu apa kaitannya dengan investasi reksadana? Dalam dunia investasi apapun berlaku rumus: High risk high return, yang dapat diterjemahkan menjadi: Dalam investasi beresiko tinggi ada potensi keuntungan yang tinggi. Sebaliknya investasi yang beresiko rendah biasanya juga tidak memberi hasil yang memadai. Berdasarkan potensi resiko-return reksadana secara umum dikategorikan sebagai berikut:

  • Reksadana beresiko rendah, potensi return rendah: Reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap,
  • Reksadana beresiko sedang, potensi return sedang: Reksadana campuran,
  • Reksadana beresiko tinggi, potensi return tinggi: Reksadana saham.

Nah, kira-kira Anda berada di kategori mana?

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, sekarang mari kita pilih produknya. Sebagai pemula, kita bisa saja tidak tahu apa-apa tentang reksadana, dari mana mulai memilihnya. Bagaimana kalau kita lihat dulu semua produk reksadana yang ada di Indonesia saat ini. Info ini bisa ditemukan di media massa (contohnya: harian Bisnis Indonesia) atau online misalnya di infovesta.com. Kita buka infovesta aja ya. Nah, di halaman depan Infovesta.com, agak turun sedikit ke bawah, Anda akan menemukan daftar produk reksadana saat ini, sebagaimana terlihat dalam gambar berikut:

Tampilan daftar produk reksadana di Infovesta.com.

Tampilan daftar produk reksadana di Infovesta.com.

Perhatikan di bagian atas ada tab kategori reksadana. Anda bisa membukanya satu persatu untuk melihat produk-produk yang ada di setiap kategori, sekali lagi sesuai dengak tujuan investasi dan profil resiko Anda. Selain mengetahui nama-nama produk reksadana, di halaman ini kita bisa juga melihat info-info kinerja masing-masing reksadana mulai periode 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, dan 3 tahun. Sebagai contoh, bila di reksadana XYZ memiliki kinerja 27,3% di kolom 3 tahun berarti nilai reksadana tersebut sudah naik lebih tinggi 27,3% dibandingkan haei yang sama pada 3 tahun lalu, alias meningkat sekitar 9,1% per tahun.

Nilai reksadana dinyatakan dalam nilai aktiva bersih – NAB, atau sering juga diistilahkan NAV = Net Asset Value . Sebagai info, setiap produk reksadana yang baru terbit harganya (NAB) adalah Rp1000/poin. Dengan demikian total nilai investasi seseorang dinyatakan = Jumlah poin x NAB.

Untuk membantu memilah, Infovesta juga memberi skor berupa tanda bintang untuk masing-masing produk. Skor tersebut bukan hanya berdasarkan analisa kinerja tetapi juga telah mempertimbangkan berbagai faktor untuk menentukan reksadana terbaik. Tanda bintang tersebut jelas merupakan masukan berharga bagi kita yang belum terlalu mengenal reksadana.

Sekarang, mari mulai persempit pilihan Anda. Sebagai pemula, sebaiknya kita coba fokus di produk reksadana bintang 4 dan 5. Daftarnya makin dikit bukan? Anda bisa persempit lagi dengan memperhatikan beberapa reksadana yang memberi return tertinggi. Tentu ada banyak faktor yang bisa dipergunakan, tetapi poin-poin yang kita bahas ini juga sangat lazim digunakan oleh para investor reksadana.

Nah, setelah tertarik dengan suatu atau beberapa produk reksadana, mari kita cari informasinya lebih lanjut. Tempat yang paling tepat untuk itu adalah di website manajer investasi penerbit reksadana tersebut sendiri, bukan di tempat lain. Untuk mencari website perusahaan penerbit reksadana tersebut, kita bisa google saja dengan memasukkan nama produk reksadana yang telah Anda tentukan. Biasanya nama produk reksadana juga sudah memuat nama perusahaan penerbitnya, jadi sudah bisa ditebak.

Selanjutnya bedah informasi lebih dalam di website manajer informasi tersebut. Cari tab “Produk” misalnya untuk melihat produk-produk reksadana yang diterbitkannya. Seharusnya nama produk reksadana yang Anda sedang minati akan segera muncul. Silahkan klik untuk membaca informasi lebih lanjut tentang reksadana tersebut. Biasanya informasinya ditampilkan dalam lembaran Fund Fact Sheet ataupun prospektus lengkap yang biasanya juga bisa didownload.

Fund fact sheet suatu reksadana yang baik setidaknya memuat hal-hal berikut:

  • Nama produk reksadana
  • Kinerja produk selama periode tertentu
  • Kebijakan investasi, menjelaskan tipe reksadana, kemana saja uang Anda akan diinvestasikan, apakah dalam bentuk saham, obligasi, pasar uang, dll serta kompisisinya. Jika dalam saham, dijelaskan juga nama-nama perusahaan dimana dana Anda akan diinvestasikan. Sstt..membeli reksadana saham, berarti Anda secara tidak langsung menjadi pemegang saham beberapa perusahaan sekaligus lho..
  • Bank kustodian, yaitu bank tersendiri untuk menampung dana investor.
  • Biaya-biaya reksadana
  • Ketentuan tatacara pembelian dan penjualan.
  • Bank dan agen penjual tempat Anda bisa melakukan pendaftaran dan pembelian reksadana. Anda bisa menghubungi mereka untuk berkonsultasi lebih lanjut.
  • Nomor kontak dan alamat manajer investasi. Sama dengan agen penjual, mereka dapat memberikan informasi apapun yang Anda minta, termasuk membantu proses pendaftaran.
  • ….serta aneka informasi lainnya.

Jika Fund fact sheet atau prospektus tidak tersedia di website atau tidak bisa didownload, Anda bisa menelpon perusahaan MI tesebut dan memintanya untuk dikirim ke alamat atau email Anda. Tetapi sebaiknya hindari membeli produk reksadana yang tidak mencantumkan prospektus online. Ini soal kredibilitas. Perusahaan yang baik dan terpercaya seharusnya menyediakan informasi yang seluas-luasnya bukan?

Nah, setelah membaca semua informasi di prospektus, Anda sudah bisa dong menganilisa dikit-dikit. Mungkin belum terlalu sempurna tetapi setidaknya Anda sudah melangkah lumayan maju dalam waktu singkat. Jika masih ingin menggali lebih dalam atau menambah referensi, Anda bisa mendiskusikannya dengan bank/agen penjual reksadana atau tim marketing manajer investasi (nomor teleponnya ada di prospektus atau halaman kontak website).

Sampai di level ini sebetulnya Anda sudah siap berinvestasi reksadana. Pertimbangan dan pengetahuan sudah cukup memadai untuk mengambil keputusan (bisa juga baca lebih detail di: Cara Memilih Reksadana Terbaik). Anda bisa juga menghadiri kelas belajar reksadana atau acara serupa di kota Anda.

Saran saya, jika memungkinkan jangan tumpuk semua investasi di satu produk reksadana. Namun jika Anda memang punya dana terbatas, membuka satu rekening dan mengisinya secara teratur sudah merupakan langkah besar untuk mempersiapkan masa depan sejahtera.

Nah, bila kelak sudah pintar berinvestasi reksadana, Anda bisa meningkat mempelajari bagaimana berivestasi saham secara langsung. Mudah juga kok.

Selamat berinvestasi. (AL)

Iklan

Comments

  1. Permisi gan..
    numpang tanya neh

    Saya msh belum mengerti neh soal MI

    mohon penjelasannya..
    terima kasih_^

  2. Bryan Kunyit says:

    MI adalah perusahaan yang menerbitkan atau memiliki produk reksadana. Saat ini (Juni 2015) ada sekitar 80 perusahaan MI di Indonesia, masing- masing memiliki produk reksadana hasil racikan sendiri. Anda sebagai investor mesti jeli memilih produk yg baik dan berpotensi menguntungkan.

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: