Iklan

Penipuan Investasi PT Gradasi Anak Negeri (GAN), Tangerang

GAN_Banten PostAneka cara digunakan para penjahat untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan sesat. Salah satu kasus yang cukup menghebohkan di tahun 2012 adalah penipuan yang dilakukan PT Gradasi Anak Negeri (GAN). Berbeda dengan tipuan piramida biasa yang tidak melibatkan jual beli produk, PT GAN menipu ribuan nasabah dengan tawaran bisnis pengolahan ikan, sarden Kiku.

Cara berbisnis PT GAN, seperti model penipuan lainnya, menawarkan keuntungan yang pasti dan menggiurkan kepada nasabah. Investor yang akan bergabung dijanjikan memperoleh keuntungan 10% yang dibagikan setiap minggu selama 52 minggu (setahun). Investor akan memperoleh bonus tambahan jika mengajak member atau investor lain untuk bergabung. Investasi sampai jumlah tertentu bahkan mendapatkan bonus emas.

Tidak heran PT GAN berhasil menarik banyak orang untuk menyetor dananya. Terhitung sejak berdiri pada bulan Januari 2012 sampai Mei 2012, PT GAN berhasil mengumpulkan sekitar Rp390 miliar dari 21.000-an nasabah. PT GAN semakin meyakinkan nasabah dengan membuka kantor cabang di 5 tempat.

Ketika pembayaran bonus kepada nasabah mulai tersendat (Anda tahu kenapa?), ribuan nasabah mulai protes. Ketika akhirnya perusahaan ini digulung, polisi tidak menemukan satu kaleng pun ikan sarden Kiku sebagaimana disampaikan kepada nasabah. PT GAN merupakan investasi bodong.

Dalam kasus-kasus seperti ini, kerugian di kalangan masyarakat sangat sulit untuk dikembalikan. Polisi memang berhasil menangkap komisaris (Hendra Gunawan) dan direktur PT GAN (Ilham Hidayat). Akan tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut bagaimana pengembalian investasi masyarakat. Salah satu penyebabnya tentu karena proses hukum yang masih berjalan serta sulitnya mengidentifikasi jumlah kerugian sebenarnya untuk setiap investor.

Selain itu, dikuatirkan bahwa sejumlah besar dana tersebut telah dilarikan dan digelapkan oleh para pelaku, jauh-jauh hari sebelum kejahatannya terungkap. Menurut salah satu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, mengatakan bahwa di rekening Hendra Gunawan hanya tersisa saldo sebesar Rp19.000 saja!

Melihat trend penipuan yang sangat meningkat dalam aneka bentuk dan modus di kalangan masyarakat, sangat disarankan untuk berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi yang menggiurkan. Setiap bisnis atau usaha memiliki resiko dan tentu saja tingkat pengembalian yang tidak tentu.

Baca juga informasi terkait:

Iklan
%d blogger menyukai ini: