Saham Farmasi dan Kesehatan Meningkat Selama Musim Pandemi

The 6 Things You Need To Simplify A Healthy Lifestyle - It's My ...

Perubahan gaya hidup, pengaruhi saham sektor farmasi

Jika Anda sedang mencari apa saham terbaik untuk berinvestasi di tahun 2020, maka saham-saham sektor farmasi dan saham terkait kebugaran bisa menjadi pertimbangan. Di masa pandemi ini, semakin banyak orang mencari produk untuk mempertahankan kesehatan dan menjaga stamina tetap kuat melawan aneka virus yang membahayakan kesehatan.

Kecenderungan orang saat ini untuk lebih peduli dengan kesehatan, berkontribusi meningkatkan penjualan produk-produk vitamin, suplemen, dan herbal yang dipercaya bisa mendukung stamina serta imunitas. Selain itu, sejumlah perusahaan juga berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk mencegah efek serangan virus. Pangsa pasar vaksin yang sangat besar merupakan sumber keuntungan yang berpotensi mengerek kenaikan harga saham.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan penjualan senilai Rp4,69 triliun selama semester I 2020. Angka ini meningkat sekitar 3,76% dibanding penjualan di periode yang sama tahun 2019. Dengan angka penjualan tersebut KAEF mencatat laba bersih Rp48,57 miliar, juga  lebih tinggi dibanding laba bersih periode yang sama tahun 2019 yang mencatat Rp47,75 miliar.

Baca juga: Mengenal Investasi Saham

Perusahaan farmasi BUMN lainnya yaitu PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang mencatat penjualan bersih Rp11,6 triliun di separuh awal tahun 2020. Dari angka penjualan tersebut, KLBF mencatat laba bersih Rp1,39 triliun, atau lebih tinggi dibanding semester I 2019 yang mencatat Rp1,26 triliun.

Dari sektor obat tradisional alias jamu, juga tidak kalah menjanjikan. PT Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil membukukan pejualan sebesar Rp1,45 triliun dengan laba mencapai Rp413,79 miliar. Keuntungan ini juga naik 10,6% dibanding laba periode Januari – Juni 2019 lalu.

Sejumlah analis investasi memperkirakan sektor kesehatan ini akan tetap cerah sepanjang tahun 2020 ini. Apalagi sejumlah langkah strategis yang diambil oleh perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan membawa dampak positip bagi pertumbuhan bisnisnya ke depan.

Sebut saja PT Kalbe Farma Tbk yag saat ini menggandeng Genexin, perusahaan farmasi asal Korea Selatan, untuk mengembangkan uji klinis terhadap pengembangan vaksin Covid-19.

Saham PT Indo Farma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) meroket setelah kabar Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) diberitakan akan melakukan uji coba vaksin Covid-19 tahap ketiga dan siap memproduksi vaksin Covid-19 di akhir tahun 2020 ini.

Per tanggal 5 Agustus 2020 harga saham beberapa perusahaan farmasi per lembarnya antara lain sebagai berikut:

  • PT Sido Muncul Tbk (SIDO), Rp1.370 / lembar
  • PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA), Rp2.340 / lembar
  • PT Indo Farma (INAF), Rp2.850 / lembar
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Rp1.615 / lembar
  • PT Kimia Farma Tbk (KAEF), Rp2.850 / lembar
  • PT Phapros Tbk (PEHA), Rp1.735 / lembar
  • PT Tempo Scan Pacific Tbk (PTSC), Rp1.365 / lembar

Jika Anda sedang mempertimbangkan berinvestasi saham, maka saham-saham sektor kesehatan patut dipertimbangkan. Mulai pelajari berivestasi saham, dengan mengikuti salah satu kelas pelatihan saham online.

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: