Cara Senyap Menjadi Kaya, Bahkan di Usia Muda

belajar_investasiBisa jalan-jalan kemana saja, beli apa saja yang diinginkan, hidup nyaman karena tak perlu memikirkan uang lagi. Ah, intinya, jadi orang kaya itu enak. Kalau pemikiran Anda selama ini orang kaya adalah seperti gambaran tersebut, sebaiknya renungkan petikan berikut ini:

“Orang yang paling kaya bukanlah orang yang paling banyak memiliki, tetapi orang yang paling sedikit kebutuhannya.”

Ya, sebenarnya, kita semua bisa jadi kaya. Pada dasarnya menjadi kaya itu berbeda-beda tiap orang. Namun, setidaknya, petikan di atas bisa jadi gambaran awal bagi Anda yang ingin kaya.

Mulai dari Pengendalian Diri

Tak pelak makin gencarnya orang-orang di media sosial dan Internet saling ‘pamer’ apa yang mereka punya dan kemana mereka jadi tekanan tersendiri. Kita sadar tak sadar terpengaruh oleh pemandangan tersebut. Kadang iri juga, bukan? Akhirnya, lama-kelamaan kita ‘terseret’ dalam ‘perbudakan’ versi modern. Menjadi budak orang lain dan tren –secara kiasan.

Jika ingin kaya, hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah: Pengendalian diri. Lagipula kalau kita perhatikan orang-orang kaya yang ‘sesungguhnya’, mereka bahkan berpakaian sederhana dan tidak menampilkan gaya hidup hedonis. Mengapa? Karena mereka sudah kaya, tak perlu lagi untuk mencitrakan diri sebagai orang kaya.

Ya, tentu ada bedanya menjadi sudah kaya dan pencitraan, bukan?

Kalau hidup Anda apalagi di usia muda habis hanya untuk menghamburkan uang hanya karena haus popularitas, sayang sekali! Kapan Anda akan kaya? Di hari tua, Anda bahkan tak punya sepeser pun. Mereka yang dulunya yang ingin Anda bikin terkesan – akan melupakan Anda.

Jadi, sesuai judul artikel ini “Cara ‘Senyap’ Jadi Kaya”, ya, Anda tak perlu mengumbar diri. Lakukan cara ini yang bahkan orang-orang lain tak akan sadari bahwa Anda sedang akan menjadi orang kaya suatu saat nanti. Bahkan di usia yang tergolong cukup muda.

Tiga Cara ‘Senyap’ untuk Jadi Kaya

  1. Biaya hidup, bukan gaya hidup

Biaya hidup tiap orang berbeda-beda, bergantung dimana dia tinggal dan sebagainya. Namun, sebisa mungkin sebesar 40% sampai 60% saja dari penghasilan. Jangan melebihi dari kemampuan.

Ingat saja: Anda boleh tidak eksis sekarang, tapi di masa depan Anda akan dikenal sebagai orang kaya beneran.

  1. Menabung

Terkesan terlalu sederhana? Menabung bisa jadi kaya? Tahukah Anda bahwa pada dasarnya semua dimulai dari menabung. Anda ingin mulai berinvestasi? Tentu saja Anda sudah punya dana terlebih dahulu, bukan? Sehingga Anda bisa menginvestasikannya dalam bentuk reksadana, saham ataupun properti dan sebagainya.

  1. Penggunaan waktu

Anda akan jadi apa selanjutnya juga bergantung pada penggunaan waktu selama ini. Bersosialisasi tidak salah tetapi orang yang kaya adalah yang tahu mana yang penting dan tidak. Bukan berarti money oriented, atau hanya berteman dengan orang-orang yang bisa jadi rekan bisnis. Bukan seperti itu. Akan tetapi, kita tahu apakah aktivitas sosial kita tersebut bermanfaat atau hanya ngalor-ngidur menghabiskan waktu saja dan bikin lelah.

Manfaatkan waktu sekarang juga untuk menambah pundi-pundi Anda karena di masa mudalah Anda punya cukup tenaga. Tak perlu selalu eksis dimana-mana. Sebagai contoh, Anda bisa mencari penghasilan tambahan untuk dana masa depan. Apakah dengan cari pekerjaan sampingan di luar atau mungkin melakukan bisnis ataupun mencoba beragam peluang seperti berjualan produk, jasa, belajar investasi atau bermain Forex dan sebagainya. Lebih keren, kan, mantengin aplikasi Metatrader 4 daripada Anda hanya kongkow-kongkowtak jelas?

Hingga suatu saat Anda bisa saja akan diliput oleh media karena bisnis yang Anda jalankan. Di masa itu, Anda bahkan tak perlu memaksakan diri melakukan pencitraan dengan posting liburan mewah, makan, naik jet pribadi dan sebagainya – untuk membuktikan diri adalah orang kaya. Atau, katakanlah, Anda ingin mem-posting namun Anda akan lebih lega. Di saat itu, Anda bukan memaksakan diri terlihat kaya karena memang sudah kaya. Tentu saja dengan catatan, pengelolaan keuangan yang tepat meski sudah kaya sekalipun. Sekali kaya juga bukan berarti selamanya kaya, bukan?

Ingat, kaya adalah ketika Anda sudah memiliki kebebasan finansial dimana Anda sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan tidak ‘megap-megap’. Pemasukan sudah lebih banyak daripada pengeluaran, itulah definisi kaya. (Helda Sihombing)Helda_Sihombing_80

(Helda Sihombing is a SEO Content Writer for an e-commerce financial Start-up in Jakarta. Regularly writing about simple tips and inspiration about Career and Financial at CuapHelda.com)

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: