Iklan

Kenalan Lewat Media Sosial, Tertipu Hampir Rp 1 Milliar !

kenalan_onlineBerhati-hatilah saat berkenalan atau menerima pesan akrab dari seseorang di media sosial. Seorang wanita Indonesia bernama Diah menjadi korban karena perkenalannya dengan seorang pria Amerika di LinkedIn, sebut saja Charlie. Dari bincang-bincang online selanjutnya, Diah mengetahui bahwa Charlie tersebut berprofesi sebagai insiyur perminyakan dan bekerja di perusahaan minyak, Chevron.

Setelah berkenalan lebih lama, keduanya sepakat untuk bekerjasama dalam bisnis properti. Charlie pun berjanji untuk datang ke Indonesia menyerahkan dana investasi senilai satu juta dollar (Rp13 milliar). Singkat kata, keduanya sepakat bertemu.

Dikisahkan, Charlie pun menghubungi Diah. Charlie mengaku bahwa dalam perjalanannya ke Indonesia, dia tertahan oleh Bea Cukai Malaysia. karena membawa uang tunai. Namun masalah tersebut bisa diselesaikan dengan membayar sejumlah biaya. Charlie meminta bantuan untuk dikirimi biaya Rp350 juta.

Diah pun mengirimkan uang tersebut melalui Western Union.

Tidak berapa lama kemudian, Charlie kembali menghubungi Diah. Rupanya ia telah lepas dari Bea Cukai Malaysia, namun tertahan di Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Ia menghadapi masalah yang sama dan kembali meminta bantuan biaya Rp355 juta. Kali ini uang dikirim ke rekening Bank Tabungan Negara atas nama Novi.

Charlie kemudian meminta bertemu Diah di Hotel Ibis Slipi, Jakarta Barat. Charlie juga meminta pembayaran biaya administrasi sebesar Rp175 juta atas investasi Rp13 milliar yang dibawanya.

Diah mulai curiga dan memilih melaporkan kasus ini kepada Polisi pada tanggal 15 Juli 2015.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Charlie pada tanggal 27 Juli 2015, di hotel tersebut. Nama aslinya tentu saja bukan Charlie melainkan Ezeudu Mathias Igwebuike, 34 tahun, warga negara Nigeria. Modus tipuan perkenalan di media sosial yang dijalankannya memang dikenal sebagai tipuan Nigeria, yang memang lazim digunakan warga Nigeria untuk menjerat korban di berbagai negara.

Semua kisah yang diceritakannya, termasuk penahanan oleh pihak Bea Cukai tentu saja hanya karangan belaka. Ia memanfaatkan nama-nama institusi pemerintah untuk mengelabui para korban. Ia pun tidak bekerja sendiri. Mereka bekerja berkelompok termasuk bersama warga negara Indonesia yang biasanya berkedok sebagai petugas yang menghubungi korban untuk segera membayar biaya yang diminta.

Dalam penangkapabn tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sebuah koper warna hitam merek Navy Club dengan kotak warna perak di dalamnya yang berisi beberapa lembar kertas hitam berukuran uang dolar Amerika. Turut disita pula sejumlah barang bukti berupa 2 telepon seluler merek Nokia, 1 ponsel merek Samsung, 1 laptop merek HP, 1 buku tabungan rekening BCA atas nama Ezeudu, 1 paspor atas nama Ezeudu, dan kartu Anjungan Tunai Mandiri Bank Mandiri.

“Kami sedang kejar tersangka lain, yaitu orang bernama Novi pemilik rekening BTN tersebut,” kata Ajun Komisaris Besar Iwan Kurniawan, Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya (01/08).

Ezeudu akan dijerat dengan tindak pidana penipuan dan/atau pencegahan serta pemberantasan tindak pidana pencucian uang sesuai dengan pasal 387 KUHP serta Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ezeudu diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Tidak jelas apakah Diah akan mendapatkan kembali uangnya yang telah diserahkan kepada penipu Nigeria ini. Namun sebagai pelajaran, hendaknya setiap orang saling mengingatkan untuk mewaspadai tawaran perkenalan dari orang-orang baru di dunia maya. Apalagi bila mulai menawarkan sesuatu yang menarik. Sebaiknya segera menarik diri, sebelum tertarik dalam masalah yang lebih pelik. (Credit pic: News.com.au)

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: