Iklan

Suka Belanja Online Dari Luar Negeri? Pahami Ketentuan Pembebasan Bea Masuknya

Peningkatan aktivitas belanja online dari luar negeri dipandang sebagai salah hal yang harus diatur dan dibatasi untuk menjaga stabilitas Rupiah serta meningkatkan pertumbuhan industri kecil dalam negeri. Kementerian Keuangan pun berencana menerapkan aturan baru dalam hal impor barang kiriman dari luar negeri.

Ketentuan yang ada selama ini membebaskan bea masuk untuk importasi berupa barang kiriman yang nilainya US$100 per paket, tanpa batasan total transaksi, sepanjang tidak menyalahi aturan terkait barang larangan atau barang yang dibatasi importasinya.

Aturan baru yang telah disiapkan ini menurunkan batas aman (de minimus value) tersebut menjadi hanya US$75 per penerima per hari. Jika penerima barang kiriman di atas harga tersebut, maka kelebihan tersebut dikenakan bea masuk dan pajak-pajak lainnya sesuai ketentuan importasi barang.

“Kalau dulu tidak ada batasan total transaksi, sekarang kami batasi dalam sehari 75 dollar AS per penerima,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Heru Pambudi seusai Seminar Nasional Apindo dan Kadin Indonesia, Jumat (14/9/2018). Bea Cukai merupakan instansi yang diamanatkan untuk menegakkan dan memastikan pelaksanaan ketentuan ini.

Ketentuan baru ini telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman. Penegasannya tertera dalam Pasal 13, yang berbunyi, “Barang kiriman yang diimpor untuk dipakai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a, dapat diberikan pembebasan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak 75 dollar AS.”

Dengan terbitnya atran baru ini, pihak Bea Cukai sebagai salah satu instansi yang mengumpulkan penerimaan negara, dapat mengurangi potensi kerugian negara akibat ulah importir yang kerap mengakali peraturan lama demi menghindari kewajiban pembayaran bea masuk atas importasi dengan nilai di atas US$100. Menurut Bea Cukai, importir barang kiriman dulunya bisa melakukan pecah paket agar nilai paketnya dibawah $100 sehingga tidak kena kewajiban membayar bea masuk. Bahkan pernah ditemukan satu pemasok mengimpor barang 400 kali dalam sehari demi menghindari ketentuan ini.

Baca juga: Begini cara menelusuri kiriaman paket dari luar negeri.

PMK 112 tahun 2018 ini telah ditandatangani Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan akan diberlakukan mulai tanggal 10 Oktober 2018 mendatang. Diharapkan ketentuan ini akan semakin melindungi kepentingan nasional terkait arus barang kiriman impor serta menciptakan iklim positip untuk pertumbuhan industri dalam negeri.

 

 

 

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: