Iklan

Sejarah Uang Republik Indonesia

Uang_Republik_Indonesia_ORISelamat Hari Oeang RI ke-68!

Yess, hari ini kita memperingati ulang tahun Rupiah yang selama ini telah membantu kita bertransaksi untuk aneka keperluan. Lalu bagaimana asal-usul Rupiah sehingga tanggal 30 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Oeang RI? Berikut kisahnya…Setelah Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, belum ada mata uang resmi RI. Padahal sejatinya, suatu negara seharusnya memiliki mata uang sendiri sebagai alat pembayaran yang resmi. Di seluruh wilayah Indonesia saat itu masih beredar mata uang peninggalan Hindia Belanda, uang Jepang, dan mata uang De Javasche Bank. Tanggal 6 Maret 1946 Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies), Letjen Sir Montagu Stopford menerbitkan juga uang NICA, yang memicu pula inflasi serta mengakibatkan kekacauan ekonomi di negeri kita yang masih sangat muda.

Pemerintah kemudian memutuskan untuk mencetak uang sendiri, bukan saja sebagai alat pembayaran tetapi juga sebagai lambang identitas nasional. Oeang Republik Indonesia (ORI), sebutan untuk uang pertama Indonesia, didesain sederhana dalam satuan sen dengan gambar depan pedang terhunus dan halaman belakang memuat teks UUD 1945. Percetakan Kanisius ditunjuk pemerintah untuk melakukan langkah bersejarah ini.

ORI ditetapkan resmi berlaku pada tanggal 30 Oktober 1946. Menteri Keuangan waktu itu, Alexander Andries Maramis menandatangani uang kertas ORI. Sejak saat itu pula uang Hindia Belanda, uang Jepang, dan mata uang De Javasche Bank dinyatakan tidak berlaku. Namun demikian wilayah pemberlakuan ORI masih sangat terbatas. Maklum sebagian wilayah RI masih dikuasasi Belanda dan sekutunya. Uang NICA masih beredar di wilayah yang dikuasai AFNEI. Sistim logistik juga belum mendukung untuk mendistribusikan ORI dengan cepat ke wilayah yang dikuasai RI. Karenanya, di wilayah lain seperti Sumatera Utara masih beredar uang Jepang. Bahkan tanggal 8 April 1947, Gubernur Sumatera waktu itu menerbitkan URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera).

Karena situasi masih genting, percetakan ORI dilakukan di beberapa tempat sesuai situasi keamanan seperti di Yogyakarta, Surakarta, dan Malang. Meski hanya beredar selama 4 tahun, ORI sendiri telah berperan penting sebagai alat perjuangan yang menyatukan semangat perjuangan melawan penjajah. ORI telah menjadi identitas bangsa yang menyatukan.

Ketika Belanda akhirnya resmi meninggalkan Indonesia setelah perjanjian meja bundar pada Desember 1949, sebelumnya Indonesia telah siap pula menetapkan mata uangnya yang baru yaitu Rupiah. Secara resmi, tanggal 2 November 1949 Rupiah telah ditetapkan sebagai mata uang RI. Asal nama Rupiah sendiri berasal dari rupee (India) dan rupia (Mongolia) yang berarti perak. Perak memang merupakan salah satu “mata uang” uang yang telah digunakan masyarakat selama berabad-abad. Bahkan sampai sekarang terkadang sampai sekarang kita mendengar “harganya cuma 5000 perak.”

Setiap tanggal 30 Oktober, segenap satuan kerja dibawah Kementerian Keuangan merayakan Hari Oeang RI. Namun mengingat besarnya peranan uang Rupiah dalam masa perjuangan hingga kehidupan kita kini, seharusnya Hari Oeang RI dirayakan dan dimaknai oleh segenap rakyat Indonesia.

Selamat Hari Oeang RI!

Iklan

Anda punya masukan, informasi atau komentar? Sampaikan di sini..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: